Albertus Fenanlampir Soroti Kebangkitan Muaythai Indonesia 2026

PBMI Muaythai Indonesia 2026. (Foto : NewsTujuh.id)
PBMI Muaythai Indonesia 2026. (Foto : NewsTujuh.id)

JAKARTA – Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Maluku, Albertus Fenanlampir, menilai rangkaian agenda nasional organisasi Muaythai Indonesia 2026 sebagai momentum penting kebangkitan olahraga tersebut.

Hal ini disampaikannya menyusul terpilihnya AA LaNyalla Mahmud Mattalitti sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB MI) periode 2026–2030 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IV di Jakarta.

Menurut Fenanlampir, kepemimpinan baru menjadi titik awal pembenahan organisasi secara menyeluruh.

Fenanlampir: Munas dan Rakernas Jadi Titik Balik Organisasi

Fenanlampir menyebut rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), hingga Munas sebagai momentum strategis dalam menyatukan arah organisasi.

“Ini momentum luar biasa cepat, tepat, terkoordinasi, terarah, dan terpimpin. Sejarah mencatat langkah perubahan ini,” ujarnya.

Ia menilai, proses yang berlangsung dalam waktu relatif singkat tersebut menunjukkan adanya orkestrasi perubahan yang lebih terarah di bawah kepemimpinan baru.

Dukung Kepemimpinan LaNyalla, Tekankan Satu Komando

Fenanlampir juga mengapresiasi terpilihnya LaNyalla secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB MI.

Menurutnya, soliditas dukungan dari seluruh pengurus provinsi menjadi modal penting untuk membangun organisasi yang lebih kuat.

“Kita harus bergerak dalam satu komando untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” katanya.

Ia menilai kepemimpinan baru harus mampu menjaga integritas organisasi sekaligus mempercepat program pembinaan atlet.

Soroti Kondisi Muaythai Maluku, Konsolidasi Jadi Prioritas

Di tingkat daerah, Fenanlampir mengungkap kondisi Muaythai Maluku yang mengalami penurunan signifikan dalam struktur kepengurusan.

“Saat saya tinggalkan dulu, ada sembilan pengurus kabupaten/kota aktif. Sekarang bahkan satu pun tidak ada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi langkah awal yang harus segera dilakukan sebelum berbicara mengenai target prestasi.

Strategi Pembinaan Atlet: Dari PON hingga Level Profesional

Fenanlampir menyiapkan strategi pembinaan berlapis untuk meningkatkan kualitas atlet, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ia menyebut atlet berprestasi akan diprioritaskan untuk program percepatan menuju ajang nasional seperti PON Bela Diri dan PON NTT-NTB.

Di sisi lain, pembinaan usia dini akan diperkuat melalui program KONI Maluku “Maluku Bangkit” guna menciptakan sistem pelatihan yang berkelanjutan.

Dorong Jalur Profesional dan Event Kompetitif

Selain pembinaan amatir, Fenanlampir juga menekankan pentingnya jalur profesional bagi atlet.

“Tidak semua atlet berhenti di amatir. Kita harus siapkan jalur profesional sebagai kelanjutan karier,” katanya.

Ia mendukung penyelenggaraan event profesional seperti Nyala Combat, namun menegaskan bahwa keselamatan atlet harus menjadi prioritas utama.

Sikapi Dinamika Organisasi, Serukan Solusi Damai

Menanggapi polemik mosi tidak percaya yang sempat muncul, Fenanlampir menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika organisasi.

“Secara organisasi itu hak mereka, tetapi kita butuh solusi damai, bukan konflik,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar rencana Munaslub tandingan tidak dilanjutkan demi menjaga stabilitas organisasi.

Baca juga: Rakernas Muaythai 2026 Diwarnai Mosi Tak Percaya, 30 Pengprov Desak Munaslub.

Optimisme Fenanlampir: PB Muaythai Masuki Fase Baru

Fenanlampir optimistis bahwa Muaythai Indonesia tengah memasuki fase baru pembenahan organisasi.

“Ini kelahiran baru PBMI. Tinggal bagaimana kita operasionalisasikan gagasan besar ini,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jajaran pengurus, baik pusat maupun daerah, mampu menerjemahkan visi besar organisasi menjadi program nyata di lapangan.

Wartawan : Wly

Tinggalkan Balasan