JAKARTA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia 2026 yang digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (10/4/2026), tak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga diwarnai dinamika internal terkait mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia.
Sebanyak 30 Pengurus Provinsi (Pengprov) dilaporkan mendesak penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mengevaluasi kepemimpinan Ketua Umum PB Muaythai Indonesia, LaNyalla Mahmud Mattalitti.
30 Pengprov Ajukan Mosi, Soroti Kepemimpinan
Desakan tersebut muncul setelah para pengurus daerah menilai kepemimpinan PB Muaythai Indonesia periode 2022–2026 telah menyimpang dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Beberapa poin yang disoroti antara lain:
- pengambilan keputusan yang dinilai sepihak
- kurangnya partisipasi daerah dalam kebijakan organisasi
- aspirasi pengurus daerah yang dianggap tidak diakomodasi
Gelombang mosi ini disebut berasal dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua.
Surat resmi terkait desakan Munaslub tersebut juga telah ditembuskan kepada KONI Pusat, KOI, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Ketua Muaythai Indonesia Provinsi Maluku Utara, Abdul Halim Amrudani, menyatakan langkah ini diambil sebagai upaya menyelamatkan organisasi.
“Kami menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan saat ini. Ini langkah darurat demi masa depan Muaythai Indonesia,” tegasnya.
PB MI: Mosi Hak Organisasi, Tapi Harus Sesuai Aturan
Merespons hal tersebut, Bidang Hukum PB Muaythai Indonesia, Zulkifli Lubis, menyebut bahwa mosi tidak percaya merupakan hak konstitusional anggota organisasi.
Namun, ia menegaskan bahwa mekanisme organisasi tetap harus mengacu pada AD/ART.
“Dengan adanya permintaan dari 30 Pengprov, maka PB MI wajib menyelenggarakan Munaslub sesuai ketentuan AD/ART,” ujarnya.
Sementara itu, Bidang Organisasi PB MI, Bayu Rifwanda, mengakui adanya hambatan dalam tata kelola organisasi yang berdampak pada pembinaan atlet dan agenda kompetisi.
“Sejumlah program pembinaan atlet hingga agenda kompetisi tidak berjalan efektif. Mekanisme organisasi yang transparan perlu segera diwujudkan,” katanya.
Baso Juherman Bantah, Sebut Mosi Tak Berdasar
Di sisi lain, Ketua Umum Muaythai Indonesia Jawa Timur, Baso Juherman, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai organisasi masih berjalan sesuai aturan dan program pembinaan tetap berlangsung.
“PB Muaythai Indonesia sudah berjalan sesuai AD/ART. Program tetap berjalan, pembinaan atlet juga terus dilakukan,” ujarnya.
Baso juga mempertanyakan dasar mosi tidak percaya tersebut dan menilai tudingan yang muncul tidak memiliki dasar kuat.
“Saya melihat mosi itu tidak berdasar, bahkan cenderung mengarah ke fitnah terhadap Ketua Umum,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran sejumlah pejabat nasional dalam Rakernas, seperti Menteri Pemuda dan Olahraga, Ketua KONI, dan Ketua KOI, menunjukkan legitimasi organisasi yang masih berjalan.
Rakernas Soroti Prestasi dan Industri Olahraga
Di tengah dinamika internal, Rakernas tetap menyoroti capaian prestasi dan arah pengembangan muaythai nasional.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menilai muaythai memiliki potensi besar tidak hanya dalam prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari industri olahraga dan sport tourism.
“Muaythai tidak hanya soal medali. Ini bisa menjadi ekosistem ekonomi, dari pelatihan, event, hingga pariwisata olahraga,” ujarnya.
Ketua KONI, Marciano Norman, menilai capaian prestasi merupakan hasil kerja kolektif organisasi yang solid.
Sementara Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi untuk menghadapi kompetisi internasional.
Prestasi SEA Games dan Agenda Strategis 2026–2027
PB Muaythai Indonesia mencatat hasil positif dalam ajang SEA Games di Thailand dengan raihan:
- 1 medali perak
- 4 medali perunggu
dari enam nomor yang diikuti.
Ke depan, organisasi akan fokus pada sejumlah agenda strategis, antara lain:
- Pekan Olahraga Beladiri di Sulawesi Utara
- Kejuaraan Nasional
- persiapan SEA Games Malaysia 2027
Pembinaan Amatir dan Profesional Disiapkan
Rakernas juga membahas penyempurnaan AD/ART yang mengatur dua jalur pembinaan:
- jalur amatir untuk multi-event seperti PON
- jalur profesional sebagai jenjang lanjutan atlet
Selain itu, PB Muaythai Indonesia berencana menggelar event profesional bertajuk Nyala Combat sebagai bagian dari pengembangan ekosistem olahraga.
Menuju Ekosistem Olahraga Berkelanjutan
Dinamika yang terjadi dalam Rakernas menunjukkan bahwa Muaythai Indonesia tengah berada dalam fase penting, antara konsolidasi organisasi dan upaya membangun sistem pembinaan yang lebih kuat.
Baik desakan Munaslub maupun pembelaan terhadap kepemimpinan organisasi menjadi bagian dari proses menuju tata kelola yang lebih transparan dan profesional.
Dengan sinergi antara pemerintah, federasi, dan pemangku kepentingan, muaythai Indonesia diharapkan tidak hanya berprestasi di arena, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari industri olahraga nasional yang berkelanjutan.
Baca juga: Rakernas Muaythai 2026 Dorong Prestasi dan Industri Olahraga Nasional
Wartawan: Wly








