NEWSTUJUH.ID, SOLO – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026). Pertemuan tersebut membahas hubungan Indonesia–Iran hingga perkembangan konflik yang berdampak pada situasi kawasan dan global.
Iran Paparkan Dampak Perang di Lapangan
Dalam pertemuan itu, Boroujerdi menyampaikan laporan kondisi terkini di Iran, termasuk dampak perang terhadap masyarakat.
Ia menjelaskan adanya serangan terhadap kawasan sipil, infrastruktur vital, serta fasilitas ekonomi yang memicu dampak kemanusiaan dan gangguan keamanan.
“Kami menyampaikan kondisi lapangan secara komprehensif, termasuk dampak kemanusiaan dan ekonomi yang terjadi,” demikian pernyataan resmi Kedutaan Iran.
Pihak Iran juga menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri sesuai hukum internasional.
Jokowi Sampaikan Simpati dan Harapan Perdamaian
Jokowi menyampaikan simpati kepada rakyat Iran atas situasi yang terjadi.
“Semoga perdamaian, stabilitas, dan ketenangan segera kembali,” ujar Jokowi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran, terutama dalam konteks ekonomi dan geopolitik global.
“Intinya kita ingin terus menjaga hubungan diplomatik antara Indonesia dan Iran. Saya kira ini baik untuk urusan ekonomi maupun geopolitik,” kata Jokowi.
Baca juga:
Hubungan Indonesia–Iran Terus Diperkuat
Boroujerdi mengapresiasi hubungan bilateral antara Indonesia dan Iran yang terus berkembang.
Ia menilai peran Jokowi selama menjabat sebagai Presiden turut memperluas kerja sama kedua negara di berbagai sektor.
“Beliau membuat hubungan Indonesia begitu luas dengan berbagai negara di dunia, khususnya antara Iran dan Indonesia,” paparnya.
Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan dialog, memperkuat kerja sama bilateral, serta memperluas hubungan antar masyarakat.
Pertemuan dengan Wali Kota Solo Bahas Kerja Sama Konkret
Selain bertemu Jokowi, Boroujerdi juga melakukan pertemuan dengan Wali Kota Surakarta, Achmad Ardianto.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang kerja sama di sektor pariwisata, perdagangan, serta rencana pembentukan hubungan kota kembar atau sister city antara Surakarta dan kota di Iran.
Pemerintah Kota Surakarta juga menegaskan sikap menolak segala bentuk agresi terhadap warga sipil, sejalan dengan konstitusi Indonesia.
Dorongan Kampanye Antiperang
Boroujerdi turut mengajak tokoh dan masyarakat Indonesia untuk mendukung kampanye penolakan terhadap perang.
“Semoga atas dukungan berbagai pejabat Indonesia, tokoh senior, dan organisasi keislaman, kita bisa meramaikan kampanye yang menyatakan penolakan terhadap perang,” ungkapnya.
Penutup
Pertemuan ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan Iran tidak hanya berfokus pada diplomasi bilateral, tetapi juga menyentuh isu global seperti konflik dan stabilitas kawasan. Kedua pihak menekankan pentingnya kerja sama serta upaya bersama dalam mendorong perdamaian.








