NEWSTUJUH.ID, TULUNGAGUNG – RSUD dr Iskak Tulungagung menjadi tujuan studi banding Rumah Sakit Daerah dr Soebandi Jember terkait pengelolaan layanan Public Safety Center (PSC) 119, Senin (30/3/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas layanan kegawatdaruratan di daerah.
Studi banding tersebut difokuskan pada pemahaman sistem layanan darurat terpadu yang telah dikembangkan RSUD dr Iskak, terutama dalam hal kecepatan respons, koordinasi lintas sektor, serta kesinambungan penanganan pasien sejak laporan diterima hingga tindakan di lapangan.
Studi Banding Sistem Layanan Darurat
Rombongan RSD dr Soebandi Jember dipimpin Kepala Instalasi IGD, dr Dwiyanto Oktavia SpOT MKedKlin. Kedatangan mereka disambut oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr Iskak, dr Moch Ravi Tanwirul Afkara MMRS, bersama jajaran manajemen dan tim layanan darurat.
Dalam kunjungan tersebut, pihak RSD dr Soebandi mempelajari secara langsung alur operasional PSC 119, mulai dari penerimaan laporan masyarakat, proses triase awal, hingga koordinasi tim di lapangan.
“Kami datang untuk belajar langsung terkait pengelolaan PSC 119 sebagai referensi pengembangan layanan di Jember,” ujar dr Dwiyanto.
Ia menambahkan, sistem yang terstruktur dan terintegrasi menjadi salah satu aspek penting yang ingin diadopsi untuk meningkatkan kualitas layanan di daerahnya.
Pengembangan PSC 119 Sejak 2013
Pihak RSUD dr Iskak menjelaskan bahwa pengembangan PSC 119 telah dimulai sejak 2013 dan mulai beroperasi secara aktif pada 2015. Sistem ini terus mengalami penyempurnaan seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan kegawatdaruratan.
“Pengembangan layanan ini membutuhkan proses panjang serta dukungan berbagai pihak,” kata dr Ravi.
Menurutnya, penguatan layanan tidak hanya dilakukan pada aspek sistem, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan, termasuk program pembelajaran ke luar negeri untuk meningkatkan kompetensi.
Integrasi Lintas Sektor dalam Penanganan Darurat
Salah satu aspek utama dalam sistem PSC 119 RSUD dr Iskak adalah koordinasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat. Layanan ini melibatkan berbagai pihak, seperti tenaga kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kepolisian, serta instansi terkait lainnya.
Dalam sesi pemaparan, dr Hari Adityo Nugroho SpEM menjelaskan bahwa sistem PSC 119 dirancang untuk memastikan respons cepat dan penanganan yang tepat sesuai kondisi di lapangan.
Ia memaparkan bahwa setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti melalui mekanisme koordinasi yang telah ditetapkan, sehingga waktu respons dapat ditekan seminimal mungkin.
Tinjau Langsung Pusat Kendali PSC 119
Selain sesi pemaparan, rombongan juga diajak meninjau langsung pusat kendali PSC 119. Di lokasi tersebut, peserta studi banding melihat secara langsung bagaimana sistem bekerja dalam menerima laporan masyarakat dan mengoordinasikan penanganan di lapangan.
Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran nyata mengenai alur kerja layanan darurat, termasuk penggunaan perangkat komunikasi, sistem informasi, serta koordinasi antarinstansi dalam situasi darurat.
Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Daerah
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi RSD dr Soebandi Jember dalam mengembangkan layanan kegawatdaruratan yang lebih terintegrasi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik antar fasilitas kesehatan.
Melalui studi banding ini, diharapkan setiap daerah dapat mengembangkan sistem layanan darurat yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya, sehingga akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat semakin meningkat.








