NEWSTUJUH.ID, MADIUN — Kabar duka datang dari dunia jurnalistik Jawa Timur. Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT), Slamet Maulana yang akrab disapa Bang Ade, meninggal dunia pada Minggu, 5 April 2026, dini hari.
Almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 05.00 WIB di Rumah Sakit William Booth, Surabaya, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Informasi yang dihimpun, jenazah disemayamkan di rumah duka di Jalan Taman Hayam Wuruk No. 136, Surabaya. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di TPU Keputih setelah salat Dzuhur.
Profil dan Peran di KJJT
Slamet Maulana merupakan Ketua Umum Komunitas Jurnalis Jawa Timur atau KJJT yang berperan dalam memperkuat jaringan jurnalis di berbagai daerah di Jawa Timur. Di bawah kepemimpinannya, KJJT berkembang sebagai wadah komunikasi dan koordinasi antaranggota.
Ia juga aktif mendorong peningkatan profesionalisme jurnalis melalui pembinaan anggota, advokasi, serta berbagai kegiatan sosial di lingkungan organisasi.
Ucapan Duka dari Rekan Sejawat
Ucapan belasungkawa datang dari berbagai pihak. Perwakilan KJJT Sidoarjo, Agung Harry F, menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhum.
Ia mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Hal senada disampaikan Ketua KJJT Sidoarjo, Ari Pratama. Ia mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang dekat dengan anggota.
“Beliau bukan hanya seorang ketua umum, tetapi juga panutan dan sahabat. Banyak nilai kebersamaan yang beliau tinggalkan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan KJJT Madiun, Suprapto, juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kami keluarga besar KJJT Madiun turut berduka cita. Semoga almarhum diampuni segala dosanya dan diterima amal ibadahnya,” katanya.
Dikenal Aktif dalam Kegiatan Sosial
Selain aktif dalam organisasi, Slamet Maulana juga dikenal terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Ia beberapa kali membantu rekan jurnalis yang membutuhkan serta aktif dalam kegiatan sosial di Jawa Timur.
Kepergian Slamet Maulana menjadi kehilangan bagi komunitas jurnalis, khususnya di Jawa Timur. Dedikasi serta kontribusinya diharapkan dapat terus dilanjutkan oleh seluruh anggota KJJT sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya.








