Asal Peluru Nyasar di Gresik Masih Misteri, TNI AL: Belum Bisa Dipastikan

TNI AL Buka Suara soal Peluru Nyasar Gresik
TNI AL memberikan klarifikasi terkait kasus peluru nyasar di Gresik

NEWSTUJUH.ID, GRESIK — Hingga kini, asal peluru yang melukai dua siswa SMP Negeri 33 Gresik masih belum dapat dipastikan. Meski diduga berasal dari aktivitas latihan menembak, TNI Angkatan Laut menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung dan belum menghasilkan kesimpulan final.

Kasus ini menjadi perhatian karena proyektil diduga melesat hingga area sekolah yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi latihan.

Belum Bisa Dipastikan Berasal dari Marinir

Perwira Hukum Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Mayor Ahmad Fauzi, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian terkait asal peluru.

“Walaupun sampai saat ini belum bisa dipastikan bahwa peluru tersebut berasal dari Korps Marinir. Masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa dugaan yang berkembang di publik masih memerlukan pembuktian teknis.

Investigasi Masih Berjalan

TNI AL menyebut proses penyelidikan dilakukan melalui pendalaman teknis oleh pihak berwenang, termasuk analisis terhadap proyektil dan kondisi di lapangan.

Fauzi meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil investigasi resmi diumumkan.

“Asas praduga tak bersalah harus dijunjung tinggi,” katanya.

Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan setiap kesimpulan didasarkan pada bukti, bukan asumsi.

Belum Ada Bukti Kelalaian

Selain asal peluru, TNI AL juga menyatakan belum dapat memastikan adanya kelalaian dalam aktivitas latihan menembak yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Setiap kegiatan militer yang melibatkan senjata api, menurutnya, dilakukan dengan pengawasan ketat dan prosedur yang terstandar.

Hal ini menjadi bagian dari penjelasan bahwa investigasi tidak hanya fokus pada sumber peluru, tetapi juga pada kemungkinan faktor lain yang memengaruhi kejadian.

Baca juga: TNI AL Buka Suara soal Peluru Nyasar Gresik, Bantah Intimidasi dan Ungkap Mediasi Buntu

Respons Cepat Pasca Kejadian

TNI AL menyatakan telah bergerak cepat sejak menerima laporan insiden tersebut.

Langkah yang dilakukan meliputi koordinasi dengan pihak terkait, peninjauan lokasi kejadian, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis.

“Sejak menerima informasi, satuan langsung melakukan pendalaman di lapangan dan memastikan korban mendapat penanganan,” ujar Fauzi.

Tanggung Jawab Tetap Diberikan

Meski asal peluru belum dapat dipastikan, TNI AL menyatakan tidak lepas tangan dalam penanganan korban.

Pihaknya menyebut telah menanggung biaya operasi pengangkatan proyektil, perawatan di rumah sakit, kontrol lanjutan, serta memberikan santunan kepada keluarga.

Namun, di sisi lain, keluarga korban menyebut bahwa pembiayaan tersebut tidak sepenuhnya mencakup seluruh kebutuhan, termasuk biaya kontrol lanjutan dan terapi yang harus ditanggung secara mandiri.

Kasus Masih Menunggu Kepastian

Hingga kini, publik masih menunggu hasil resmi penyelidikan untuk memastikan asal peluru yang melukai kedua siswa tersebut.

Kepastian tersebut menjadi kunci dalam menentukan arah penyelesaian kasus, termasuk tanggung jawab pihak terkait.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut keselamatan siswa di lingkungan sekolah serta pentingnya transparansi dalam proses investigasi.

Baca juga: Kasus Peluru Nyasar Siswa SMP di Gresik Belum Temui Titik Terang