Ratusan Santri Ponpes Mutiara Quran Dilatih TNI, Perkuat Disiplin dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda

Santri Ponpes
Ratusan santri Ponpes Mutiara Quran Wonogiri mendapat pelatihan karakter, mental, dan wawasan kebangsaan dari Babinsa Koramil 10/Wuryantoro Kodim 0728/Wonogiri. (Nugie, NewsTujuh.id)

NEWSTUJUH.ID, WONOGIRIUpaya membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki wawasan persahabatan terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan pelatihan karakter, mental, dan fisik yang diberikan personel Babinsa Koramil 10/Wuryantoro Kodim 0728/Wonogiri kepada ratusan santri Pondok Pesantren Mutiara Quran di Dusun Kerjo, Kelurahan Mojopuro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Peltu Hari tersebut mengusung tema “Melalui Disiplin, Kemandirian, dan Wawasan Kebangsaan Membentuk Jiwa yang Kuat” . Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar memiliki karakter tangguh serta mampu menghadapi berbagai tantangan di era modern.

Ratusan santri mengikuti kegiatan dengan penuh antusias sejak awal hingga akhir. Mereka mendapatkan berbagai materi yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pembentukan mental dan karakter sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para santri mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat pantang menyerah. Selain itu, mereka juga diajak memahami nilai-nilai persahabatan yang menjadi fondasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Peltu Hari menjelaskan bahwa disiplin merupakan salah satu kunci utama dalam meraih kesuksesan, baik di lingkungan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

“Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dipersiapkan dengan baik. Melalui kegiatan ini, kami berharap para santri memiliki karakter yang kuat, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan pembiasaan, keteladanan, serta lingkungan yang mendukung agar nilai-nilai positif dapat tertanam kuat dalam diri generasi muda.

Selain materi kedisiplinan, para santri juga mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan. Materi tersebut bertujuan memperkuat rasa cinta tanah air, meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menumbuhkan semangat menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Babinsa Koramil 10/Wuryantoro menilai bahwa generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, hingga menurunnya rasa nasionalisme. Oleh karena itu, pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk memperkuat mental generasi penerus bangsa.

Dalam sesi tersebut, para santri diajak memahami pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta berperan aktif dalam pembangunan bangsa sesuai kapasitas masing-masing.

Selain materi teori, kegiatan juga diisi dengan latihan fisik ringan yang bertujuan meningkatkan kebugaran tubuh dan membangun semangat para peserta.

Latihan tersebut dirancang untuk melatih kekompakan, ketahanan mental, serta kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Melalui aktivitas tersebut, para santri diajak memahami pentingnya kerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi yang baik.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh anggota Koramil 10/Wuryantoro.

Kegiatan pembinaan karakter seperti ini menjadi salah satu bentuk sinergi antara TNI dan lembaga pendidikan dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Pondok Pesantren Mutiara Quran menyambut positif kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi para santri dalam mengembangkan karakter, mental, dan jiwa kepemimpinan.

Dengan adanya pelatihan ini, para santri diharapkan semakin siap menghadapi tantangan masa depan sekaligus menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, agama, dan bangsa Indonesia. (Nugie)

Tinggalkan Balasan