TNI AL Buka Suara soal Peluru Nyasar Gresik, Bantah Intimidasi dan Ungkap Mediasi Buntu

NEWSTUJUH.ID, GRESIK — TNI Angkatan Laut (AL) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait kasus dugaan peluru nyasar yang melukai dua siswa SMP Negeri 33 Gresik. Dalam keterangannya, TNI AL membantah adanya intimidasi serta menjelaskan alasan mediasi dengan keluarga korban belum mencapai kesepakatan.

TNI AL Bantah Dugaan Intimidasi

Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa tidak ada tindakan intimidatif terhadap keluarga korban selama proses penanganan.

“Kami tegaskan tidak pernah ada tindakan intimidatif terhadap keluarga korban. Kehadiran perwira tersebut semata-mata untuk kepentingan pendalaman teknis terkait proyektil dan dilakukan secara terbuka tanpa tekanan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya tetap menghormati hak dan martabat keluarga korban dalam setiap proses yang berlangsung.

Asal Peluru Masih Diselidiki

Terkait sumber peluru, TNI AL menyatakan hingga saat ini belum dapat memastikan bahwa proyektil tersebut berasal dari aktivitas latihan di lingkungan Korps Marinir.

“Masih perlu penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan asal peluru tersebut,” kata Fauzi.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proses investigasi masih berjalan dan belum menghasilkan kesimpulan final.

Klaim Penanganan dan Biaya Korban

Pihak TNI AL menyebut telah memberikan penanganan sejak awal kejadian, termasuk pembiayaan operasi, perawatan di rumah sakit, kontrol lanjutan, serta santunan kepada keluarga korban.

Namun, di sisi lain, keluarga korban menyebut bahwa pembiayaan yang diberikan hanya mencakup sebagian dari kebutuhan, termasuk hanya satu kali kontrol pascaoperasi, sementara biaya lanjutan ditanggung secara mandiri.

Perbedaan keterangan ini menjadi salah satu faktor yang memperpanjang proses penyelesaian kasus.

Baca juga: Cerita Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik, Dari Amplop Rp5 Juta hingga Luka Seumur Hidup

Mediasi Buntu karena Perbedaan Tuntutan

TNI AL mengungkapkan bahwa proses mediasi yang telah dilakukan beberapa kali awalnya berjalan dengan baik dan diupayakan selesai secara kekeluargaan.

Namun, mediasi tidak mencapai kesepakatan karena adanya perbedaan pandangan terkait tuntutan yang diajukan keluarga korban.

“Permintaan sejumlah uang tersebut menurut kami tidak patut dan tidak berkeadilan,” ujar Fauzi.

Pihak TNI AL menyebut total tuntutan dari kedua korban mencapai sekitar Rp3,3 miliar.

Baca juga: Mediasi Kasus Peluru Nyasar Gresik Buntu, TNI AL Soroti Tuntutan Rp3,3 Miliar

Satu Korban Pilih Selesaikan Secara Kekeluargaan

Dalam perkembangan lain, pihak TNI AL menyampaikan bahwa keluarga korban kedua telah memilih menyelesaikan kasus secara kekeluargaan.

Orang tua korban disebut telah mencabut kuasa hukum serta menyatakan tidak menempuh jalur pidana maupun perdata terhadap pihak Marinir.

Langkah tersebut disertai dengan kesepakatan damai serta penyampaian pernyataan resmi sebagai bentuk penyelesaian kasus.

Kasus Masih Berjalan

Hingga saat ini, kasus peluru nyasar di Gresik masih dalam proses penyelidikan.

Perbedaan pandangan antara keluarga korban dan pihak TNI AL membuat penyelesaian belum menemukan titik temu.

Kasus ini terus menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan siswa serta transparansi dalam penanganan peristiwa yang melibatkan institusi negara.

Andre Achiat Fadly

Andre Achiat Fadly adalah editor di News Tujuh yang berfokus pada pengelolaan konten digital dan pengembangan struktur berita berbasis SEO. Dalam perannya di redaksi, ia terlibat dalam proses penyuntingan artikel, penyesuaian struktur berita online, serta pengelolaan konten agar sesuai dengan standar editorial media digital. Andre memiliki pengalaman dalam pengelolaan media digital dan pengembangan proyek konten berbasis teknologi. Ia memiliki spesialisasi dalam struktur berita online, optimasi SEO untuk media digital, serta strategi pengelolaan konten agar informasi dapat tersaji secara jelas dan mudah diakses oleh pembaca. Ia merupakan lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang dan telah menyelesaikan program Fullstack Digital Marketing di Rakamin Academy. Selain aktivitasnya di dunia media digital, Andre juga aktif sebagai content creator di platform media sosial.

Related Posts

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

NEWSTUJUH.ID, BOYOLALI – Kobaran api kembali mengancam lahan pertanian warga. Kebakaran melanda sekitar 1,2 hektare lahan tebu milik Ibu Dariyah di Desa Senggrong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin malam (31/8/2026).…

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

NEWSTUJUH.ID, SIDOARJO – Lebih dari 100 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program Makan…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 53 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 19 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832