Polres Madiun Kota Libatkan Kampung Pesilat dalam Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026

Polres Madiun Kota Libatkan Kampung Pesilat dalam Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026
Polres Madiun Kota Libatkan Kampung Pesilat dalam Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026

MADIUN, News Tujuh Polres Madiun Kota melibatkan 14 perguruan silat yang tergabung dalam Paguyuban Kampung Pesilat Kabupaten Madiun untuk membantu pengamanan momentum Lebaran melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah hukum setempat.

Pengamanan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan aparat menjelang arus mudik dan perayaan Idul Fitri di wilayah Madiun. Sebelumnya, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga telah menggelar rapat koordinasi untuk memastikan stabilitas daerah menjelang Lebaran.

Baca juga:
Forkopimda Kota Madiun Cek Stabilitas Bapokting Jelang Lebaran

Kapolres Madiun Kota AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan pihaknya telah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan para pimpinan perguruan silat guna menjaga kondusivitas wilayah menjelang dan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Menurutnya, peran perguruan silat yang tergabung dalam Kampung Pesilat Madiun diharapkan dapat membantu menjaga ketertiban masyarakat selama periode Lebaran.

Kami telah melakukan komunikasi intensif dengan para ketua perguruan. Mereka diminta untuk menggerakkan seluruh anggotanya agar turut menjaga ketertiban umum. Namun apabila ditemukan pelanggaran, langkah penegakan hukum tetap akan kami lakukan secara objektif,” kata Kemas, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa beberapa kegiatan masyarakat yang biasanya berlangsung saat Lebaran berpotensi menimbulkan gangguan keamanan apabila tidak dikelola dengan baik. Kegiatan tersebut antara lain takbir keliling, konvoi kendaraan, hingga aktivitas rutin perguruan silat.

Meski demikian, berbagai potensi kerawanan tersebut telah diantisipasi melalui langkah-langkah pengamanan yang disiapkan oleh jajaran kepolisian bersama instansi terkait.

Secara keseluruhan, Polres Madiun Kota menyiagakan sebanyak 501 personel gabungan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026. Personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Madiun, serta elemen masyarakat seperti Banser dan anggota perguruan silat yang tergabung dalam Kampung Pesilat Madiun.

Untuk mendukung kelancaran pengamanan, kepolisian juga mendirikan delapan pos pengamanan yang tersebar di sejumlah titik strategis. Pos tersebut terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

Selain itu, petugas juga telah memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat menjelang dan saat malam takbiran.

Polres Madiun Kota juga mengintensifkan patroli di sejumlah wilayah rawan dengan melibatkan unsur Reserse Kriminal guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan selama periode Lebaran.

Beberapa wilayah menjadi fokus pengawasan, di antaranya kawasan Caruban dan Pagotan, yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas serta kerumunan konvoi kendaraan.

Perhatian khusus juga diberikan pada dua akses tol di wilayah tersebut, yakni Pintu Tol Madiun dan Pintu Tol Caruban, yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan saat arus mudik maupun arus balik.

Selain jalur transportasi, aparat keamanan juga akan melakukan pengamanan di sejumlah destinasi wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama libur Lebaran.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian antara lain Waduk Bening Saradan serta Madiun Umbul Square di Kecamatan Dolopo, yang berada di jalur Madiun–Ponorogo.

Dengan berbagai langkah pengamanan tersebut, kepolisian berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.