MADIUN, News Tujuh — Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun menggelar rapat koordinasi guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (bapokting) menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di Ruang GCIO Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Kartoharjo, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, DPRD, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, organisasi masyarakat, hingga perwakilan BUMN dan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok serta perkembangan harga di pasar menjelang Lebaran.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang stabil.
“Menjelang H-7 Idul Fitri kita harus memastikan ketersediaan bahan pokok pangan tetap aman dan harga tetap terkendali. Saya meminta Dinas Perdagangan untuk terus melakukan pemantauan stok dan harga di lapangan agar masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok,” ujar Bagus.
Selain membahas stabilitas bapokting, rapat koordinasi tersebut juga membahas kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran di Kota Madiun. Pemerintah daerah bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto menyampaikan bahwa kepolisian bersama TNI dan instansi terkait telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan guna menjaga stabilitas ekonomi serta keamanan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Menurutnya, pengawasan distribusi bahan pokok dilakukan melalui Satgas Pangan untuk mencegah potensi penimbunan maupun lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami memastikan stabilitas barang kebutuhan pokok dan barang penting tetap terjaga melalui pengawasan Satgas Pangan serta pengamanan distribusi,” kata Wiwin.
Selain itu, Polres Madiun Kota juga mendukung pelaksanaan pasar murah dan program ketahanan pangan yang digelar pemerintah daerah guna menekan inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Dalam rangka pengamanan Lebaran, kepolisian akan menggelar Operasi Ketupat Semeru 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Sebanyak 461 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan diterjunkan untuk mengamankan sejumlah objek vital, seperti masjid, terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, hingga pasar tradisional di wilayah Kota Madiun.
Usai rapat koordinasi, jajaran Forkopimda Kota Madiun melanjutkan kegiatan pengecekan lapangan guna memastikan kesiapan pelayanan publik serta ketersediaan bapokting.
Rombongan terlebih dahulu meninjau Pasar Besar Madiun untuk memantau harga dan stok bahan pokok, kemudian dilanjutkan ke Stasiun Madiun guna melihat kesiapan pelayanan penumpang kereta api menjelang arus mudik.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi Rumah Sakit Sogaten untuk memastikan kesiapan layanan kesehatan bagi masyarakat selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri.
Pemantauan langsung ke sejumlah lokasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan Kota Madiun dalam menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga masa libur Lebaran.








