PKL Madiun Tolak Relokasi, 50 Pedagang Audiensi ke Dinas Perdagangan

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Madiun memicu penolakan. Puluhan pedagang bersama Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) mendatangi Dinas Perdagangan untuk menyampaikan keberatan dalam audiensi, Kamis (4/4/2026).

Sekitar 50 peserta hadir dalam audiensi tersebut, mewakili kurang lebih 200 pedagang yang terdampak rencana kebijakan relokasi.

Pedagang Tolak Lokasi dan Jam Operasional

Perwakilan pedagang menyampaikan sejumlah keberatan, terutama terkait lokasi relokasi di area parkir sisi selatan alun-alun, tepatnya di depan Masjid Agung.

Mereka menilai lokasi tersebut belum siap dan tidak representatif.

“Kalau pedagang itu butuh tempat untuk mencuci, tapi di sana belum ada saluran pembuangan. Tempatnya juga sempit,” ujar Sulaiman, salah satu perwakilan PKL.

Selain itu, pedagang juga menyoroti rencana pembatasan jam operasional yang dinilai berpotensi menurunkan pendapatan.

“Kalau mulai jualan siang, kami tidak bisa maksimal. Baru buka, sudah harus tutup karena bergantian dengan pedagang malam,” kata Dedi.

Pedagang mengusulkan agar jam operasional dimulai lebih awal untuk menjaga stabilitas pendapatan.

Pemkot: Belum Ada Relokasi, Fokus Penataan

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait relokasi PKL.

Pemerintah kota masih melakukan penataan kawasan alun-alun tanpa mengganggu aktivitas ekonomi pedagang.

“Penataan kawasan alun-alun diharapkan dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas ekonomi pedagang, sekaligus menjaga kenyamanan dan kebersihan,” ujarnya.

Pemkot juga meminta pedagang untuk turut menjaga kebersihan lingkungan, mengingat selama ini tidak ada penarikan retribusi.

Alasan Relokasi: Kebersihan dan Drainase

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Madiun, Agus Purwo Widagdo, menjelaskan bahwa rencana penataan PKL dilatarbelakangi kondisi lingkungan yang kurang terjaga.

Menurutnya, saluran air di sekitar alun-alun dalam kondisi kotor dan tersumbat.

“Saluran air di sekitar alun-alun itu sangat kotor, bahkan sampai tidak mengalir. Ini yang menjadi salah satu alasan penataan PKL,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa relokasi tidak akan dilakukan secara terburu-buru dan akan menunggu kesiapan fasilitas di lokasi baru.

Audiensi Dikawal Aparat

Kegiatan audiensi berlangsung dengan pengawalan aparat dari Polres Madiun Kota dan Polsek Manguharjo.

Kapolres Madiun Kota, Wiwin Junianto, menyatakan pengamanan dilakukan secara humanis untuk memastikan situasi tetap kondusif.

“Kami memastikan kegiatan berjalan aman dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya.

Tunggu Keputusan, Potensi Lanjut Aksi

Hingga kini, belum ada keputusan final terkait relokasi PKL. Para pedagang masih menunggu kejelasan dari pemerintah kota dalam beberapa hari ke depan.

Jika belum ada kepastian, pedagang berencana mengadukan persoalan tersebut langsung kepada kepala daerah.

Audiensi ini menjadi bagian dari proses dialog antara pemerintah dan pedagang dalam mencari solusi terbaik, agar penataan kawasan alun-alun dapat berjalan tanpa menimbulkan dampak sosial dan ekonomi yang merugikan.

Baca Juga: Chiropractic Ramai di Madiun, Dinkes Tegaskan Tidak Direkomendasikan

Hernawan

Wartawan Lapangan di News Tujuh yang aktif dalam peliputan isu daerah serta pengembangan ekosistem media digital. Selain perannya dalam peliputan, ia terlibat dalam koordinasi jaringan jurnalis regional untuk memperkuat distribusi dan kualitas informasi. Memiliki rekam jejak publikasi di sejumlah media eksternal, Kuswahyudi mengedepankan pendekatan berbasis verifikasi lapangan dan keberimbangan sumber dalam setiap peliputan.

Related Posts

Zumba Beats & Bass Digelar di Aston Madiun, Hadirkan Zin Nila dan DJ LBAZ

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – ASTON Madiun Hotel & Conference Center, bekerja sama dengan Fitday Studio dan Classy Entertainment mengumumkan gelaran acara kebugaran “Zumba Beats & Bass” yang ditujukan bagi seluruh pecinta…

Rp156 Juta Tertahan di Koperasi MBS, Dua Nasabah Lakukan Pemeriksaan di Polres Madiun Kota

Dua nasabah Koperasi MBS Madiun diperiksa di Polres Madiun Kota sebagai pelapor terkait dana Rp156 juta yang disebut belum cair. NEWSTUJUH.ID, MADIUN — Dua nasabah Koperasi Mitra Berkah Sejahtera (MBS)…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 138 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 63 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832