SUKOHARJO – Keluarga Silat Nasional Perisai Diri Cabang Sukoharjo menggelar kegiatan Halal Bihalal dan penyematan kenaikan tingkat (UKT) tahun 2026 di Padepokan Wonosalam, Ngabeyan, Kartasura.
Kegiatan ini diikuti para pendekar, pengurus, serta anggota dari berbagai ranting di wilayah Sukoharjo. Rangkaian acara berlangsung dengan tertib dan menjadi ajang pertemuan antaranggota setelah momen Idulfitri. Selain sebagai kegiatan rutin, acara ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antaranggota dalam satu perguruan.
Halal Bihalal Perisai Diri Sukoharjo
Acara diawali dengan hening cipta yang dipimpin Rohmad Sukarno, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta pembacaan janji perguruan dan ikrar Halal Bihalal. Susunan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga nilai kebersamaan serta komitmen anggota terhadap perguruan.
Ketua panitia Totok Raharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat hubungan antaranggota.
“Halal Bihalal ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta saling memaafkan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dimaknai sebagai ruang untuk menjaga komunikasi antaranggota, sehingga hubungan yang telah terjalin dapat terus terjaga dalam kegiatan latihan maupun aktivitas lainnya.
Penyematan UKT Perisai Diri Sukoharjo
Penyematan kenaikan tingkat dilakukan oleh para senior kepada anggota yang lulus ujian, mulai dari tingkat dasar hingga keluarga setrip putih hijau. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam perjalanan anggota di dalam perguruan.
Ketua cabang Sukoharjo, Punjung Prasetyo, menyampaikan bahwa kenaikan tingkat merupakan hasil dari proses latihan yang telah dijalani secara konsisten.
“Ini bukan sekadar pemberian, tetapi hasil dari latihan, kedisiplinan, dan perjuangan. Kami berharap anggota dapat menjaga nama baik perguruan,” ujarnya.
Penyematan dilakukan secara bertahap, sehingga setiap peserta mendapatkan perhatian dalam prosesi tersebut. Hal ini menjadi bentuk penghargaan atas usaha yang telah dilakukan selama mengikuti latihan.
Penampilan Teknik dan Jurus
Acara juga dimeriahkan dengan penampilan teknik dan jurus dari anggota senior dan junior. Penampilan tersebut meliputi teknik kombinasi, teknik Minangkabau, teknik pedang ganda, teknik toya, serta teknik Harimau dan Pendeta.
Penampilan ini menunjukkan hasil latihan anggota dalam menguasai berbagai teknik bela diri yang diajarkan dalam perguruan. Selain itu, penampilan juga menjadi bagian dari evaluasi kemampuan anggota dalam menerapkan teknik yang telah dipelajari.
Kehadiran penampilan ini membuat suasana acara menjadi lebih hidup sekaligus memberi gambaran perkembangan latihan anggota di masing-masing tingkat.
Dihadiri Pengurus dan Pendekar
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pendekar dan pengurus, di antaranya Wayan Sudha, Rohmad Sukarno, Srigati Mulyanto, dan Hananto. Turut hadir pula pengurus serta anggota dari berbagai ranting di wilayah Sukoharjo.
Kehadiran para pendekar dan pengurus menunjukkan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan serta menjadi bagian dari penguatan struktur organisasi di tingkat cabang.
Tausiyah Penutup
Acara ditutup dengan tausiyah oleh Ustadz Heri yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai kebersamaan setelah bulan Ramadan.
“Setelah menjalani bulan puasa, kita diajak untuk saling memaafkan dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan doa bersama dan saling bersalaman antaranggota sebagai bentuk kebersamaan dalam satu perguruan.
Wartawan : Nugie








