Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil 2402/Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul menjadi korban pemukulan saat karnaval HUT RI.
NEWSTUJUH.ID, BANDUNG – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diwarnai kericuhan. Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil 2402/Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul menjadi korban pemukulan saat berupaya melerai keributan antarpeserta karnaval.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB di kawasan Alun-alun Cicalengka, Jalan Cikopo, Desa Cicalengka Kulon, ketika rangkaian karnaval dalam rangka perayaan kemerdekaan berlangsung.
Keributan disebut bermula dari perselisihan antarpeserta karnaval yang berada di sekitar panggung podium. Saat situasi mulai memanas, Danramil 2402/Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul turun tangan untuk melerai. Namun, upaya tersebut justru membuat dirinya ikut menjadi sasaran serangan.
Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat kemudian turut turun untuk membantu mengamankan situasi. Namun, kekerasan berlanjut dan Kapolsek juga diduga menjadi sasaran pemukulan oleh sejumlah peserta karnaval.
Akibat kejadian tersebut, Kompol Ade Rahmat mengalami luka gores pada bagian hidung hingga menyebabkan pendarahan. Sementara Kapten Inf Sumarna Chaerul mengalami luka lecet pada betis setelah terjatuh ketika berusaha menghindari serangan.
Seorang warga yang disebut ikut membantu aparat menghentikan keributan juga dilaporkan menjadi korban pemukulan. Warga tersebut mengalami luka pada bagian kepala dan bibir akibat terkena pukulan benda tumpul.
Informasi yang beredar menyebutkan sejumlah orang yang terlibat dalam keributan diduga berada dalam kondisi mabuk. Keributan disebut melibatkan peserta karnaval dari Desa Tenjolaya dan Desa Panenjoan yang terlibat perkelahian di sekitar podium.
Baca juga:
Polsek Serpong Gelar Apel Sabuk Kamtibmas, Libatkan Ojol hingga Karang Taruna
Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono membenarkan adanya insiden pemukulan terhadap Kapolsek Cicalengka dan Danramil saat keduanya berusaha mengamankan keributan.
“Benar, telah terjadi insiden pemukulan terhadap Kapolsek Cicalengka dan Danramil Cicalengka saat keduanya berupaya mengamankan keributan dalam kegiatan karnaval,” ujar Aldi saat dikonfirmasi awak media, Selasa (18/8/2026).
Menurut Aldi, setelah kejadian tersebut kepolisian langsung melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kami menindaklanjuti kejadian ini secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap tiga terduga pelaku telah diamankan oleh kepolisian. Polisi juga masih memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.
Selain itu, penyidik masih mendalami identitas seorang terduga pelaku lainnya yang saat kejadian disebut mengenakan seragam Karang Taruna.
“Terkait motif para terduga pelaku, kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam,” ujar Aldi.
Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap menjaga situasi kamtibmas,” katanya.
Peristiwa pengeroyokan tersebut menjadi catatan serius dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Momentum kemerdekaan semestinya menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan, bukan justru diwarnai kekerasan.
Kompol Ade Rahmat dan Kapten Inf Sumarna Chaerul diketahui merupakan unsur pimpinan keamanan di wilayah Cicalengka. Keduanya sebelumnya tercatat aktif dalam kegiatan bersama unsur Forkopimcam untuk menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.







