NEWSTUJUH.ID, TULUNGAGUNG – Dugaan praktik judi sabung ayam terpantau di wilayah Ngunjang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung. Lokasinya cukup tersembunyi, berada di sekitar area pemakaman dan di antara pepohonan jati, sehingga aktivitas di dalamnya tidak mudah terlihat dari jalan utama.
Pantauan media pada 22 Agustus 2026 sekitar pukul 14.38 WIB, kondisi lokasi saat itu terlihat relatif sepi. Sejumlah orang dan kendaraan masih tampak berada di sekitar lokasi, sementara arena yang diduga digunakan untuk aktivitas sambung ayam juga terlihat.
Namun, saat wartawan datang, tidak terlihat adanya aktivitas pertandingan maupun perjudian yang sedang berlangsung. Situasi tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya diterima media dari sejumlah warga sekitar.
Menurut informasi masyarakat, lokasi tersebut disebut-sebut kerap ramai pada waktu tertentu. Bahkan, suara teriakan dan keramaian dari aktivitas yang diduga berkaitan dengan sambung ayam disebut cukup mengganggu ketenangan lingkungan.
Begitu wartawan datang, suasana mendadak berubah di lokasi juga membuat suasana menjadi berbeda.
Beberapa orang yang berada di sekitar lokasi terlihat memperhatikan kedatangan wartawan. Demi menjaga keamanan dan menghindari kesalahpahaman, wartawan tidak mengambil gambar dari jarak dekat dan memilih melakukan pengamatan dari lokasi yang dianggap aman.
Salah satu warung yang berada di sekitar lokasi juga sempat menunjukkan sikap keberatan ketika wartawan hendak duduk di kursi yang berada di samping warung.
Seorang perempuan yang berada di warung tersebut bahkan meminta wartawan untuk tidak duduk apabila tidak membeli sesuatu.
“Jangan duduk di situ, Mas, kalau nggak beli. Saya di sini bayar pajak, Mas,” ujar perempuan tersebut dengan nada ketus.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam pantauan media di lokasi.
Lokasi Tersembunyi Jadi Pertanyaan, keberadaan lokasi yang relatif tersembunyi, berada di antara pepohonan dan dekat area pemakaman, memunculkan pertanyaan mengenai fungsi sebenarnya tempat tersebut.
Apalagi, informasi dari masyarakat menyebutkan bahwa pada waktu-waktu tertentu lokasi tersebut bisa menjadi ramai. Dugaan adanya aktivitas sambung ayam dan perjudian tentu perlu dibuktikan melalui pemeriksaan langsung oleh aparat yang berwenang.
Media tidak menemukan aktivitas perjudian secara langsung saat melakukan pemantauan pada waktu tersebut. Karena itu, dugaan praktik perjudian masih membutuhkan pendalaman dan konfirmasi lebih lanjut.
Meski demikian, apabila benar lokasi tersebut selama ini digunakan sebagai arena perjudian berkedok sambung ayam, masyarakat tentu berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam.
Polisi diharapkan dapat turun langsung melakukan pengecekan dan memastikan apakah lokasi tersebut memang digunakan untuk aktivitas perjudian atau hanya sekadar tempat berkumpul dan memelihara ayam.
Sebab, jika dugaan tersebut benar dan aktivitas berlangsung berulang, keberadaan arena semacam itu bukan hanya menyangkut persoalan perjudian, tetapi juga berpotensi menimbulkan keramaian, suara bising, serta keresahan bagi warga sekitar.
Baca Juga : Anak 15 Tahun Tabrak Balita hingga Meninggal, Begini Sanksi Hukumnya
Kini perhatian publik tertuju pada langkah aparat, apakah dugaan arena judi sambung ayam di lokasi tersembunyi tersebut akan segera ditindaklanjuti, atau justru kembali beraktivitas ketika situasi dianggap aman dari pantauan?







