“Spiritual Awakening”, Pengamat Ungkap Alasan Orang Tinggalkan Ibadah Formal

Fenomena spiritual awakening disebut dapat mengubah cara seseorang memaknai ibadah dan hubungan dengan Tuhan. Pengamat spiritual Rachmad Wahyu mengungkap alasan sebagian orang mulai meninggalkan ritual formal.

NEWSTUJUH.ID, MADIUN — Fenomena seseorang meninggalkan ritual ibadah formal setelah mengalami spiritual awakening atau kesadaran spiritual kerap memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berarti seseorang kehilangan iman atau tidak lagi percaya kepada Tuhan.

Bagi sebagian orang, perubahan itu justru muncul karena adanya pergeseran cara pandang terhadap makna ibadah, hubungan spiritual dengan Tuhan, serta pencarian kedamaian batin yang lebih mendalam.

Pengamat spiritual Rachmad Wahyu menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat seseorang mulai mengubah pola ibadah formal setelah mengalami kesadaran spiritual.

1. Pergeseran dari Ritual Menuju Esensi

Menurutnya, setelah mengalami kesadaran spairitual, seseorang biasanya mulai lebih fokus pada makna terdalam dari ibadah dibanding sekadar menjalankan ritual formal.

Mereka menilai inti ibadah bukan hanya terletak pada tata cara atau simbol, melainkan pada nilai cinta kasih, kejujuran, kedamaian, dan kesadaran dalam kehidupan sehari-hari.

2. Tuhan Dipandang Hadir di Mana-Mana

Kesadaran spiritual juga membuat sebagian orang memahami bahwa Tuhan tidak hanya hadir di rumah ibadah atau dalam ritual tertentu, tetapi hadir dalam setiap aspek kehidupan.

Akibatnya, mereka merasa ibadah tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, melainkan juga melalui sikap, perilaku, kepedulian, dan kesadaran hidup sehari-hari.

3. Melepaskan Dogma dan Rasa Takut

Sebagian orang menjalankan ritual karena dorongan kewajiban, tekanan sosial, atau rasa takut terhadap dosa dan hukuman.

Namun ketika mengalami perubahan kesadaran spiritual, hubungan dengan Tuhan mulai didasari ketulusan, cinta kasih, dan kedekatan batin, bukan lagi semata rasa takut.

4. Ritual Terasa Kering dan Mekanis

Ada pula orang yang merasa ritual ibadah yang dijalani sebelumnya hanya menjadi rutinitas tanpa penghayatan hati.

Mereka merasa ibadah dilakukan secara mekanis dan tidak lagi mampu menjawab kebutuhan spiritual batin. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang mulai mencari pengalaman spiritual yang dianggap lebih hidup dan bermakna.

5. Fokus pada Pengalaman Spiritual Langsung

Kesadaran spiritual juga sering menekankan pengalaman langsung dengan Sang Pencipta tanpa terlalu bergantung pada simbol, aturan, atau perantara formal.

Bagi sebagian orang, ritual dipandang hanya sebagai jalan awal menuju pengalaman batin yang lebih mendalam. Setelah merasa menemukan pengalaman spiritual secara langsung, mereka kadang memilih untuk tidak lagi terlalu bergantung pada ritual formal.

Rachmad Wahyu menegaskan bahwa fenomena ini perlu dipahami secara bijak dan tidak disimpulkan secara hitam-putih.

“Sebagian orang tetap menjalankan ritual agama dengan lebih mendalam setelah mengalami kesadaran spiritual. Namun ada juga yang mulai memaknai ibadah lebih kepada kesadaran hidup, ketulusan, dan perilaku sehari-hari,” ujar Rachmad Wahyu, Selasa (19/05/2026).

Ia juga menegaskan bahwa spiritualitas dan agama formal tidak harus dipertentangkan, karena keduanya dapat berjalan beriringan dalam perjalanan batin seseorang.

Hernawan

Wartawan Lapangan di News Tujuh yang aktif dalam peliputan isu daerah serta pengembangan ekosistem media digital. Selain perannya dalam peliputan, ia terlibat dalam koordinasi jaringan jurnalis regional untuk memperkuat distribusi dan kualitas informasi. Memiliki rekam jejak publikasi di sejumlah media eksternal, Kuswahyudi mengedepankan pendekatan berbasis verifikasi lapangan dan keberimbangan sumber dalam setiap peliputan.

Related Posts

APBD 2026 Terancam Silpa, Sutrisno Soroti Kesiapan SDM

Penyerapan APBD 2026 terancam terkendala pengadaan dan kesiapan SDM. Sutrisno dari LSM Walidasa mendorong pemda bergerak cepat mencegah Silpa. NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Penyerapan APBD 2026 dinilai menghadapi tantangan serius akibat…

Awak Media Lakukan Upaya Konfirmasi Terkait Informasi di Lingkungan SMKN 1 Tulungagung

NEWSTUJUH.ID, TULUNGAGUNG – Awak media terus melakukan upaya konfirmasi kepada pihak SMKN 1 Tulungagung terkait sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat mengenai kegiatan dan program di lingkungan sekolah. Pada Senin…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 55 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 22 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832