Mahasiswa UDB Surakarta Terjun Langsung Ikuti Kirab 1 Suro Keraton Solo, Belajar Hukum Adat di Lapangan

Kirab 1 suro
Mahasiswa Universitas Duta Bangsa Surakarta mengikuti Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat 2026 sebagai implementasi mata kuliah Hukum Adat (Foto: Naw, Newstujuh.id)

Mahasiswa Universitas Duta Bangsa Surakarta mengikuti Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat 2026 sebagai implementasi mata kuliah Hukum Adat dan Kewarganegaraan bersama Dr. KRA Suratno Pradotodiningrat.

NEWSTUJUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta mengikuti secara langsung prosesi Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat Tahun Dal 1960 Be pada Selasa Wage malam Rabu Kliwon, 16–17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan untuk mata kuliah Hukum Adat Program Studi S1 Hukum serta Pendidikan Kewarganegaraan Program Studi S1 Manajemen.

Kegiatan akademik tersebut dipimpin oleh dosen pengampu Dr. KRA. Suratno Pradotodiningrat, SH., MH. yang mengajak mahasiswa memahami nilai-nilai budaya, hukum adat, dan kearifan lokal secara langsung melalui prosesi sakral yang rutin digelar oleh Keraton Surakarta Hadiningrat setiap malam 1 Suro.

Selain didampingi oleh Dr. KRA. Suratno, para mahasiswa juga mendapat pendampingan dari Kaprodi S1 Hukum Universitas Duta Bangsa Surakarta, Dr. Aris Prio Agus Santoso, S.H., M.H., serta dosen Dr. Puput Mulyono, S.Psi., M.Si.

Kirab yang berlangsung mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk memahami hubungan antara norma adat, budaya, dan kehidupan masyarakat Jawa yang masih terjaga hingga saat ini.

Dr. KRA. Suratno Pradotodiningrat menegaskan bahwa pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas, tetapi juga harus menyentuh realitas sosial dan budaya masyarakat.

“Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Hadiningrat merupakan warisan budaya yang sarat makna. Mahasiswa perlu melihat dan merasakan langsung bagaimana hukum adat, nilai-nilai budaya, serta kearifan lokal hidup dan dijalankan oleh masyarakat. Melalui pengalaman lapangan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami teori yang dipelajari di kelas secara lebih komprehensif dan aplikatif,” ujarnya, Selasa (16/06/2026)

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi upaya menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa sekaligus memperkuat karakter kebangsaan mahasiswa di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Melalui keikutsertaan dalam Kirab 1 Suro, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman akademik, tetapi juga pengalaman langsung mengenai pentingnya pelestarian tradisi sebagai bagian dari identitas nasional dan kekayaan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan