Utusan Wapres Gibran Rakabuming Raka Temui Korban Peluru Nyasar Gresik, Keluarga Minta Keadilan dan Transparansi

NEWSTUJUH.ID, GRESIK – Perkembangan terbaru kasus peluru nyasar yang menimpa siswa SMP Negeri 33 Gresik kembali menjadi sorotan publik. Pada Minggu (5/4/2026), keluarga korban menerima kunjungan utusan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kejadian tersebut.

Korban, Darrell Fausta Hamdani (14), sebelumnya mengalami luka serius akibat proyektil yang diduga berasal dari aktivitas latihan militer di wilayah Surabaya.

Utusan Wapres Sampaikan Kepedulian dan Bantuan

Dalam kunjungan tersebut, dua perwakilan dari Kantor Wakil Presiden menyampaikan secara mendalam atas kejadian yang menimpa korban. Selain itu, mereka juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta, tas sekolah, serta perlengkapan alat tulis.

Ibunda korban, Dewi Murniati, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah di tengah proses hukum yang masih berjalan.

“Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Bantuan ini sudah saya terima. Namun saya berharap perhatian ini tidak menghentikan langkah saya untuk terus mencari keadilan bagi anak saya,” ujarnya, Senin (06/04/2026).

Keluarga Ajukan Dua Tuntutan Penting

Meski menerima bantuan, pihak keluarga menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah kejelasan hukum dan tanggung jawab atas kejadian tersebut.

Dewi Murniati menyampaikan dua tuntutan utama, yaitu:

  • Evaluasi menyeluruh terhadap lapangan tembak di kawasan Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya
  • Pengawalan serius terhadap proses hukum yang dilaporkan ke POMAL Koarmada II

Langkah ini dianggap penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi di masa mendatang, terutama di wilayah yang dekat dengan organisasi dan lingkungan pendidikan.

Baca Juga : Kasus Peluru Nyasar Siswa SMP di Gresik Belum Temui Titik Terang

Libatkan Sejumlah Lembaga Negara

Selain menempuh jalur hukum, keluarga korban juga telah mengirimkan surat permohonan perlindungan ke berbagai lembaga negara, antara lain:

  • Presiden Republik Indonesia
  • Panglima TNI
  • Komnas HAM
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Langkah ini diambil sebagai bentuk upaya untuk mendapatkan jaminan perlindungan hukum serta memastikan proses penanganan kasus berjalan transparan dan adil.

Kasus Peluru Nyasar Masih Dalam Penyelidikan

Diketahui, kejadian peluru nyasar terjadi pada 17 Desember 2025 saat korban tengah mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah. Proyektil tersebut diduga berasal dari aktivitas latihan tembak yang melibatkan TNI Angkatan Laut , khususnya dari area latihan di Karangpilang, Surabaya.

Hingga kini, memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung untuk sumber peluru serta kemungkinan adanya ketidakpastian dalam kegiatan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik luas karena mencakup aspek keselamatan masyarakat sipil, khususnya pelajar, yang berada di sekitar kawasan latihan militer.

Harapan Keadilan dan Evaluasi Sistem Keamanan

Keluarga korban berharap bantuan perhatian dari pemerintah tidak berhenti pada pemberian semata, tetapi juga diikuti langkah-langkah konkret dalam penegakan hukum.

Selain itu, evaluasi terhadap standar keamanan aktivitas militer dinilai penting guna mencegah risiko seru

Perkembangan kasus ini pun masih terus dinantikan publik, terutama terkait hasil penyelidikan dan langkah hukum yang akan diambil oleh pihak yang berwenang.

Baca Juga : Cerita Ibu Korban Peluru Nyasar di Gresik, Dari Amplop Rp5 Juta hingga Luka Seumur Hidup.

Hernawan

Wartawan Lapangan di News Tujuh yang aktif dalam peliputan isu daerah serta pengembangan ekosistem media digital. Selain perannya dalam peliputan, ia terlibat dalam koordinasi jaringan jurnalis regional untuk memperkuat distribusi dan kualitas informasi. Memiliki rekam jejak publikasi di sejumlah media eksternal, Kuswahyudi mengedepankan pendekatan berbasis verifikasi lapangan dan keberimbangan sumber dalam setiap peliputan.

Related Posts

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

NEWSTUJUH.ID, BOYOLALI – Kobaran api kembali mengancam lahan pertanian warga. Kebakaran melanda sekitar 1,2 hektare lahan tebu milik Ibu Dariyah di Desa Senggrong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Senin malam (31/8/2026).…

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

NEWSTUJUH.ID, SIDOARJO – Lebih dari 100 santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gejala mual dan muntah setelah menyantap makanan dari program Makan…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 53 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 19 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832