NEWSTUJUH.ID, JAKARTA – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih berada beberapa tahun di depan. Namun, aktivitas sejumlah tokoh politik mulai menjadi perhatian publik dan memunculkan spekulasi mengenai arah peta politik nasional menuju Pemilu 2029.
Nama Anies Baswedan dan Joko Widodo termasuk yang belakangan ramai diperbincangkan karena aktivitas mereka di sejumlah daerah.
Anies kembali mendapat sorotan setelah Partai Gerakan Rakyat mendaftarkan diri sebagai partai politik ke Kementerian Hukum pada 23 Juli 2026. Pendaftaran tersebut dilakukan setelah partai mengklaim telah melengkapi Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di 38 provinsi.
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid juga menyatakan partainya akan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden apabila nantinya resmi menjadi peserta pemilu. Namun, proses legalitas dan tahapan menuju kepesertaan Pemilu 2029 masih harus dilalui.
Aktivitas Anies di sejumlah daerah turut menjadi perhatian. Kunjungannya ke Aceh pada akhir Juli 2026, termasuk agenda kemanusiaan dan pemulihan pascabencana, ikut memperkuat sorotan publik terhadap berbagai kegiatannya.
Di sisi lain, Joko Widodo juga masih aktif melakukan kunjungan ke berbagai wilayah. Aktivitas tersebut dinilai sebagian kalangan sebagai bagian dari upaya mempertahankan jejaring dan pengaruh politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Kunjungan Jokowi ke Lampung dan Nusa Tenggara Timur, termasuk pemberian gelar adat yang disebut dalam berbagai pemberitaan, kemudian dikaitkan dengan dinamika politik nasional serta perkembangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca juga:
MUSCAB VI PAN Kabupaten Madiun 2026 Perkuat Konsolidasi Kader
Meski demikian, aktivitas para tokoh tersebut belum dapat secara otomatis diartikan sebagai deklarasi pencalonan menuju Pilpres 2029. Peta koalisi, dukungan partai politik, serta dinamika politik nasional masih sangat mungkin berubah dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, Ganjar Pranowo justru mengambil sikap berbeda ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali maju dalam Pilpres 2029.
Ganjar meminta publik tidak terlalu sibuk membicarakan peluang dirinya maju kembali dalam kontestasi presiden. Menurut dia, perhatian seharusnya diarahkan pada persoalan masyarakat yang membutuhkan penyelesaian saat ini.
“Ngapain kita ngurusi saya maju lagi? Ngapain kita bicara maju lagi? Kenapa kita tidak bicara untuk menyelesaikan persoalan rakyat hari ini yang butuh kerja?” kata Ganjar.
Ia menekankan pentingnya kerja nyata dibandingkan sekadar menyampaikan janji atau pernyataan besar tanpa pelaksanaan.
“Daripada kita ngomong gede tapi nol, lebih baik kecil tapi dieksekusi,” ujar Ganjar dalam diskusi Tantular Project yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Newstujuh, Senin(17/08/2026).
Perbedaan sikap Anies, Jokowi, dan Ganjar tersebut memperlihatkan bahwa dinamika politik menuju Pemilu 2029 mulai terbentuk. Namun, siapa saja yang benar-benar akan maju dalam Pilpres 2029 masih sangat terbuka dan akan ditentukan oleh perkembangan politik, partai pengusung, serta keputusan masing-masing tokoh.







