Freemason Jadi Perbincangan, Dr. Gema Sebut Simbol “G” Bermakna God

Freemason
Dr Gema, pendiri Astronacci dan Astrojet menyatakan simbol G pada Freemason artinya adalag God (Foto: Credit Newstujuh.id)

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Freemason atau Masonry kembali menjadi perbincangan publik setelah banyak muncul berbagai pandangan terkait organisasi persaudaraan tertua di dunia tersebut.

Sebagian masyarakat masih mengaitkan Freemason dengan organisasi rahasia dan konspirasi, sementara sebagian lainnya menilai organisasi itu lebih menekankan nilai persaudaraan, etika, dan kemanusiaan.

Dr.Gema Goeyardi seorang Tradepeneur dan juga pendiri Astronacci dan Astrojet melalui sebuah podcast menilai bahwa banyak informasi mengenai Freemason yang beredar di masyarakat belum sepenuhnya dipahami secara utuh. Menurutnya, organisasi tersebut pada dasarnya merupakan perkumpulan persaudaraan yang menjunjung moralitas dan pengembangan diri.

“Freemason bukan organisasi yang harus ditakuti. Banyak anggotanya berasal dari berbagai latar belakang profesi dan memiliki tujuan membangun persaudaraan serta nilai kemanusiaan,” ujar Dr. Gema Goeryadi dalam keterangannya, Selasa (05/05/2026).

Ia juga menjelaskan mengenai simbol huruf “G” yang berada di tengah lambang Freemason. Menurutnya, simbol tersebut memiliki makna spiritual yang cukup penting bagi anggota Mason.

“Huru‎f ‘G’ di tengah logo memiliki arti God atau Tuhan. Simbol itu menjadi pengingat bahwa setiap anggota harus tetap berlandaskan nilai ketuhanan, moralitas, dan kejujuran dalam kehidupan,” jelasnya.

Selain itu, Dr. Gema menyebut bahwa Freemason secara umum tidak menerima kaum atheis karena organisasi tersebut mengharuskan anggotanya memiliki keyakinan terhadap keberadaan Tuhan.

Dalam proses penerimaan anggota pun disebut terdapat tahapan pemeriksaan latar belakang atau background check sebelum seseorang benar-benar diterima.

Di sisi lain, berbagai tudingan yang menyebut Freemason sebagai pemuja setan masih terus menjadi polemik di tengah masyarakat. Namun sejumlah pihak menilai tudingan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh teori konspirasi dan kurangnya pemahaman terhadap sejarah organisasi tersebut.

Freemason sendiri dikenal sebagai organisasi persaudaraan internasional yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan memiliki anggota di berbagai negara.

Organisasi ini sering menekankan nilai etika, intelektualitas, serta pengabdian terhadap sesama manusia.

Tinggalkan Balasan