Dinkes Madiun buka suara soal polemik vaksin HPV. Program vaksinasi gratis bagi anak perempuan akan dilaksanakan bersamaan dengan BIAS setiap Agustus.
NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Polemik vaksin Human Papillomavirus (HPV) kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah pernyataan dan informasi terkait vaksin tersebut beredar di media sosial. Isu yang berkembang antara lain mengenai dugaan efek samping hingga kekhawatiran vaksin HPV dapat menyebabkan kemandulan.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menegaskan tetap mendukung pelaksanaan program vaksinasi HPV sebagai salah satu upaya pencegahan kanker leher rahim atau kanker serviks.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik, mengatakan sasaran program vaksin HPV yang dijalankan pemerintah daerah adalah anak perempuan usia sekolah.
“Dinas Kesehatan sangat mendukung program tersebut. Vaksin HPV untuk pencegahan kanker leher rahim diberikan kepada anak perempuan kelas 5 SD dan kelas 6, khususnya bagi yang sebelumnya belum mendapatkan vaksinasi,” ujar Agung Dodik, Senin (10/08/2026)
Menurutnya, vaksinasi HPV diberikan secara gratis dan pelaksanaannya direncanakan bersamaan dengan kegiatan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan pada Agustus.
“Dilaksanakan nanti bersamaan dengan BIAS pada bulan Agustus. Kami sudah siap dengan tenaga kesehatan dan akan tetap mendukung program pemerintah tersebut,” katanya.
Baca juga :
Chiropractic Ramai di Madiun, Dinkes Tegaskan Tidak Direkomendasikan
Vaksin HPV Dilaksanakan Setiap Tahun
Agung Dodik menegaskan program vaksinasi HPV bukan hanya dilaksanakan pada tahun tertentu. Program tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan kanker leher rahim yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Setiap tahun, tidak hanya di tahun 2027. HPV hanya untuk anak perempuan, karena fungsinya untuk mencegah kanker leher rahim,” tegasnya.
Terkait pernyataan yang beredar di media sosial mengenai kemungkinan vaksin HPV juga diberikan kepada anak laki-laki, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengaku hingga kini belum menerima informasi resmi maupun surat edaran terkait perubahan sasaran program tersebut.
“Kami belum mendapat informasi ataupun surat edaran terkait itu. Tetapi pada dasarnya, vaksin HPV sasarannya untuk anak perempuan,” jelas Agung Dodik.
Polemik vaksin HPV mencuat setelah berbagai narasi di media sosial kembali membahas isu efek samping vaksin, termasuk kekhawatiran mengenai kesehatan reproduksi. Salah satu pernyataan yang turut beredar berasal dari mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004–2009, Siti Fadilah Supari.
Menanggapi berbagai informasi yang beredar, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mengimbau masyarakat agar memperoleh informasi kesehatan dari sumber resmi dan tenaga kesehatan yang berkompeten.
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun juga memastikan kesiapan tenaga kesehatan dalam mendukung pelaksanaan program vaksinasi HPV sesuai kebijakan dan petunjuk resmi pemerintah.
“Kami tetap mendukung program pemerintah dan menyiapkan tenaga kesehatan untuk pelaksanaannya,” pungkas Agung Dodik.







