Pelatih Dunia Bina Cinta Violend Pattipeiluhu Subang, Target SEA Games

Pelatih nasional Wisnu Wardhana siap membina atlet renang cilik asal Subang dengan target jangka panjang menuju SEA Games dan beasiswa luar negeri. (Foto : Wly)
Pelatih nasional Wisnu Wardhana siap membina atlet renang cilik asal Subang dengan target jangka panjang menuju SEA Games dan beasiswa luar negeri. (Foto : Wly)

NEWSTUJUH.ID, JAKARTA — Atlet renang usia dini asal Subang, Jawa Barat, Cinta Violend Pattipeiluhu mulai mencuri perhatian setelah dipastikan akan tampil di ajang internasional NSC Milo MAS Malaysia Invitational Age Group Swimming Championship 2026 pada 5–8 Februari mendatang.

Atlet kelahiran 2014 tersebut akan membawa nama Indonesia dalam kejuaraan yang menjadi salah satu kompetisi bergengsi bagi perenang usia muda di kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan Cinta tidak lepas dari dukungan DonTing Athlete Management yang didirikan oleh Dewi Kandiaty Paramesti Tine Yowargana. Lembaga ini berperan dalam pembiayaan sekaligus pengelolaan karier atlet agar dapat berkembang secara profesional.

“Langkah ini menjadi bukti bahwa potensi atlet daerah bisa menembus level internasional dengan manajemen yang tepat,” ujar Dewi.

Rekam Jejak dan Pengalaman Kompetisi

Sebelum tampil di level internasional, Cinta telah mengikuti berbagai kejuaraan nasional, di antaranya Jabar Series, Bandung Utama, KRASI 2025, West Java Swimming Series, Suramadu Cup, hingga Indonesian Open.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan di level Asia Tenggara.

Ayah Cinta, Stevy Pattipeiluhu, menyebut dukungan manajemen menjadi faktor penting dalam perkembangan karier anaknya.

“Ini menjadi jembatan besar bagi Cinta untuk berkembang sebagai atlet profesional,” ujarnya.

Dibina Pelatih Berpengalaman

Perjalanan karier Cinta juga memasuki fase baru setelah mendapat perhatian dari Head Coach JAQUATIC Swimming Club, Wisnu Wardhana.

Mantan perenang nasional tersebut menyatakan kesiapannya untuk membina langsung Cinta setelah melakukan pengamatan selama hampir satu tahun.

“Saya sudah mengamati hampir satu tahun. Dengan program seadanya saja, dia sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan,” kata Wisnu.

Ia menilai, talenta atlet tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan konsistensi latihan dan sistem pembinaan yang tepat.

Menurutnya, kemampuan teknis Cinta masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek teknik dasar dan daya tahan fisik.

Target Jangka Panjang

Wisnu menegaskan bahwa pembinaan yang dilakukan tidak berorientasi pada kemenangan jangka pendek di kelompok usia dini.

Fokus utama adalah membangun fondasi atlet agar mampu bersaing di level elite, termasuk ajang SEA Games.

“Kita tidak mengejar juara di KU-4 atau KU-3. Targetnya adalah membentuk atlet yang siap bersaing di level internasional,” ujarnya.

Selain itu, aspek pendidikan juga menjadi perhatian. Penguasaan bahasa Inggris dan sistem pendidikan yang baik dinilai penting untuk membuka peluang beasiswa ke luar negeri.

Tantangan dan Harapan

Di sisi lain, keterbatasan sarana dan prasarana di daerah masih menjadi tantangan dalam pembinaan atlet.

Wisnu menilai peran organisasi olahraga di tingkat daerah perlu ditingkatkan, baik dalam penyediaan fasilitas maupun dukungan pembiayaan kompetisi dan pendidikan.

Setelah mengikuti kejuaraan di Malaysia, Cinta dijadwalkan bergabung dengan klub JAQUATIC untuk menjalani program latihan yang lebih terstruktur.

Dengan dukungan manajemen, pelatih, serta pengalaman kompetisi yang terus bertambah, Cinta Violend Pattipeiluhu diharapkan mampu berkembang menjadi atlet renang berprestasi dan membawa nama Indonesia di panggung internasional.

Wartawan: Wly