Soroti Polemik dan Keamanan, Loyalis PSHT Madiun Raya Deklarasi Sikap Jelang Suro 2026

Loyalis PSHT Madiun Raya deklarasi sikap jelang Suro 2026. Soroti polemik badan hukum, dugaan intimidasi, dan komitmen jaga keamanan wilayah. (Foto : Her, NewsTujuh.id)
Loyalis PSHT Madiun Raya deklarasi sikap jelang Suro 2026. Soroti polemik badan hukum, dugaan intimidasi, dan komitmen jaga keamanan wilayah. (Foto : Her, NewsTujuh.id)

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Loyalis Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) wilayah Madiun Raya menggelar deklarasi pernyataan sikap dalam rangka Apel Siaga di Padepokan Agung, pada Sabtu, 2 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapan menyambut momentum Suroan 2026 sekaligus memberikan pemahaman terkait dinamika situasi internal organisasi kepada seluruh anggota.

“Tujuan utamanya adalah agar perayaan bulan Suro dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” ujar Tono Suharyanto, perwakilan loyalis PSHT Madiun Raya.

Dalam deklarasi tersebut, terdapat beberapa poin penting yang disoroti. Salah satunya adalah permohonan kepada Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk meninjau ulang keputusan terkait status badan hukum organisasi yang dinilai menjadi sumber polemik. Menurutnya, kebijakan tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum, mencederai rasa keadilan, dan terkesan memihak salah satu pihak yang saat ini masih dalamu proses persengketaan di pengadilan.

“Masalah badan hukum ini masih diperdebatkan di ranah yudisial. Jika ada keputusan yang mengesahkan salah satu pihak saat proses hukum masih berjalan, hal itu terlihat seperti adanya keberpihakan. Kami berharap hal ini dapat dikaji ulang,” tegasnya.

Deklarasi Sikap Jelang Suro 2026. (NewsTujuh.id)
Deklarasi Sikap Jelang Suro 2026. (NewsTujuh.id)

Selain isu legalitas, pihaknya juga menyoroti dugaan tindakan intimidasi yang terjadi di Ranting Saradan. Mereka meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut secara tuntas, di mana pelaku diduga bertindak atas nama organisasi.

“Kami sudah melaporkan hal ini ke Polres untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami akan terus mengawal proses ini demi mencegah terjadinya tindakan sewenang-wenang di tempat latihan,” tambahnya.

Lebih jauh, deklarasi ini juga menegaskan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kang Mas R. Moerdjoko HW sebagai Ketua Umum dan Kang Mas Issoebijantoro sebagai Dewan Pusat, hasil dari musyawarah Parapatan Luhur PSHT yang dilaksanakan pada 6–8 Februari 2026 lalu di Padepokan Agung Madiun.

Tono mengajak seluruh warga PSHT dan masyarakat luas untuk senantiasa menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. “Kami mengimbau seluruh anggota untuk siap bersinergi dengan aparat penegak hukum demi menjaga situasi kamtibmas di Madiun Raya tetap kondusif,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Puguh Tri Prayogo, yang menegaskan bahwa pernyataan sikap ini merupakan aspirasi dari sekitar 180.000 loyalis PSHT. Ia berharap insiden yang terjadi akibat kesalahpahaman dalam menafsirkan kebijakan tidak terulang kembali.

“Adanya kesalahan dalam memaknai kebijakan akhirnya memicu tindakan di luar batas, mulai dari pelarangan latihan hingga upaya memancing provokasi,” jelasnya.

Puguh berpesan agar seluruh anggota mampu menjaga wilayah Madiun Raya tetap aman dan damai, serta tidak tergoda untuk melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.

“Kita harus memastikan peristiwa di Ranting Saradan tidak terulang. Hal ini harus kita cegah bersama, karena jika terjadi, dikhawatirkan akan memicu kericuhan yang lebih luas,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan