SURABAYA, News Tujuh — Program revitalisasi sekolah di Madura yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapat dukungan dari Aliansi Madura Indonesia (AMI). Organisasi tersebut menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di wilayah Madura.
Program revitalisasi sekolah tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Revitalisasi menyasar sejumlah sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Pemerintah provinsi diketahui mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk menjalankan program tersebut.
Revitalisasi tidak hanya difokuskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur fisik sekolah, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas proses pembelajaran serta pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah Madura.
Ketua Umum AMI Baihaki Akbar mengatakan revitalisasi sekolah merupakan langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Madura.
Menurutnya, selama ini wilayah Madura membutuhkan perhatian khusus dalam penguatan sektor pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Program revitalisasi sekolah di Madura ini adalah langkah yang sangat positif. Kami dari AMI mendukung penuh kebijakan ini karena pendidikan adalah kunci utama dalam meningkatkan kualitas generasi muda Madura,” ujar Baihaki dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).
Selain menyampaikan dukungan terhadap program revitalisasi sekolah, AMI juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai.
Baihaki menilai berbagai program yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur menunjukkan komitmen serius pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Menurutnya, langkah percepatan pembangunan sektor pendidikan yang dilakukan pemerintah provinsi akan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
“AMI mengapresiasi kinerja Kadis Pendidikan Jatim yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur, termasuk di Madura. Revitalisasi sekolah ini tentu akan memberikan dampak signifikan bagi kenyamanan belajar siswa serta peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan,” katanya.
AMI berharap program revitalisasi sekolah tersebut dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran, sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas lulusan sekolah di wilayah Madura.
Selain pembangunan fisik sekolah, Baihaki juga menilai peningkatan kualitas pendidikan perlu didukung oleh berbagai upaya lain, seperti peningkatan kompetensi tenaga pengajar, penguatan kurikulum berbasis kompetensi, serta pengembangan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Menurutnya, pembangunan pendidikan yang berkelanjutan akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing generasi muda Madura di masa depan.
“Jika pendidikan di Madura terus diperkuat, maka ke depan kita akan menyaksikan lahirnya generasi Madura yang lebih unggul, berdaya saing tinggi, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun kemajuan bangsa,” pungkas Baihaki.








