Desa Tanjungrejo Gelar Jamasan Pusaka Massal dan Resmikan Wisma Budaya

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Bertepatan dengan momentum Bulan Suro atau Muharram, Lembaga Adat Desa (LAD) Tanjungrejo, Kabupaten Madiun, menggelar Jamasan dan Sidikoro Pusaka Massal sekaligus Peresmian Wisma Budaya Tanjungrejo, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai budaya, sejarah, serta peninggalan leluhur yang diwariskan secara turun-temurun kepada masyarakat.

Ratusan masyarakat, pegiat budaya, tokoh adat, hingga mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut menghadiri kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut. Tidak hanya warga lokal, sejumlah mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta juga hadir untuk melakukan penelitian mengenai tradisi dan budaya lokal yang masih lestari di Desa Tanjungrejo.

Dalam prosesi jamasan, sedikitnya 100 benda pusaka dibersihkan menggunakan tata cara adat. Beragam pusaka seperti keris, tombak, pedang, hingga tosan aji menjadi bagian dari prosesi penyucian tersebut.

Selain membersihkan secara fisik, jamasan juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah, filosofi, serta kearifan lokal yang terkandung dalam setiap pusaka peninggalan leluhur.
Keindahan bentuk, nilai seni, teknik tempa, hingga filosofi yang melekat pada setiap pusaka menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut.

Melalui jamasan dan sidikoro, masyarakat diajak untuk memahami bahwa pusaka bukan sekadar benda kuno, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga keberadaannya.

Wujud Pelaksanaan Amanat Pemerintah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Tanjungrejo, Sujono, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari kebijakan pemerintah dalam melestarikan adat istiadat melalui pembentukan Lembaga Adat Desa.

“Ini sebagai wujud pelaksanaan aturan pemerintah tentang pembentukan Lembaga Adat Desa yang bertugas untuk melestarikan budaya yang ada di desa masing-masing. Melalui kegiatan ini kami ingin menggali sekaligus menjaga potensi budaya dan peninggalan leluhur agar tetap lestari,” ujar Sujono.

Ia menjelaskan, keberadaan Lembaga Adat Desa mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa, yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk melestarikan adat, budaya, dan nilai-nilai lokal sebagai bagian dari pembangunan desa.

Wisma Budaya Jadi Pusat Edukasi dan Pelestarian Sejarah
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan diresmikannya Wisma Budaya Tanjungrejo, sebuah ruang edukasi budaya yang diinisiasi oleh tokoh masyarakat, Dwijono.

Dengan penuh kepedulian terhadap pelestarian budaya, Dwijono secara sukarela menjadikan kediamannya sebagai rumah budaya yang terbuka bagi masyarakat, pelajar, mahasiswa, maupun peneliti yang ingin mempelajari sejarah dan kebudayaan lokal.

Baca juga: Ribuan Warga Meriahkan Kirab Budaya Bersih Desa Ngadirenggo

Di dalam Wisma Budaya dipamerkan berbagai koleksi pusaka, tosan aji, serta benda-benda bersejarah yang menjadi saksi perjalanan budaya masyarakat Tanjungrejo.

“Semoga dengan adanya Wisma Budaya ini para pemuda mau dan mampu melestarikan serta mempelajari budaya Indonesia, khususnya peninggalan leluhur yang ada di Desa Tanjungrejo. Budaya harus diwariskan, bukan hanya dikenang,” tutur Dwijono.

Mahasiswa UGM Ikut Meneliti Kekayaan Budaya Lokal
Menariknya, kegiatan tahun ini juga menjadi perhatian kalangan akademisi. Sejumlah mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang sedang melaksanakan program KKN memanfaatkan momentum tersebut sebagai bagian dari penelitian mengenai budaya, tradisi, dan pelestarian warisan leluhur di pedesaan.

Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memperkuat dokumentasi ilmiah sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Desa Tanjungrejo kepada masyarakat yang lebih luas.

Menjaga Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang, Jamasan dan Sidikoro Pusaka yang dipadukan dengan peresmian Wisma Budaya menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, Lembaga Adat Desa, tokoh budaya, akademisi, dan masyarakat, Desa Tanjungrejo menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Dengan adanya Wisma Budaya sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah, diharapkan generasi muda semakin mengenal identitas budayanya serta memiliki rasa bangga untuk terus merawat dan mewariskan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi berikutnya.

 

 

Tim Redaksi

Hery Anggorowati

Editor di News Tujuh yang bertanggung jawab atas proses penyuntingan dan verifikasi naskah sebelum publikasi. Berpengalaman di bidang administrasi, ia terbiasa bekerja secara teliti dan sistematis. Dalam perannya, Hery memastikan setiap konten memenuhi standar akurasi, keterbacaan, serta kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Media Siber.

Related Posts

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Kebijakan baru terkait pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai menjadi perhatian masyarakat. Mulai 15 September 2026, konsumen yang membeli BBM subsidi di SPBU diwajibkan menunjukkan Surat…

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

NEWSTUJUH.ID, TULUNGAGUNG – Suasana Balai Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (2/9/2026), berlangsung meriah. Ratusan warga memadati lokasi untuk mengikuti rangkaian Bersih Desa Pojok yang dikemas dengan pagelaran…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 141 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 65 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832