Rencana pembangunan kampus UNESA di Magetan masih menjadi sorotan terkait status hibah lahan aset daerah. PWMOI meminta pemerintah transparan.
NEWSTUJUH.ID, MAGETAN – Rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di Kabupaten Magetan kembali menjadi perhatian publik. Proyek yang sebelumnya diharapkan mampu memperkuat akses pendidikan tinggi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu kini masih menghadapi ketidakjelasan terkait status hibah lahan aset daerah.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Kepastian mengenai dasar hukum, proses hibah, serta tahapan pembangunan dinilai perlu disampaikan secara terbuka agar tidak berkembang menjadi spekulasi.
Baca juga : Ratusan Beasiswa Warnai PKKMB UNESA Kampus 5 Magetan
Ketua Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PWMOI) Magetan, Agus Suyanto, meminta Pemerintah Kabupaten Magetan dan UNESA memberikan penjelasan yang transparan mengenai kelanjutan rencana tersebut.
“Pemkab Magetan dan UNESA jangan membiarkan persoalan ini berlarut-larut tanpa kepastian. Jika pembangunan tetap dilanjutkan, publik perlu mengetahui dasar hukum dan tahapan prosesnya. Sebaliknya, jika terdapat kendala atau rencana tersebut tidak berlanjut, masyarakat juga harus diberi penjelasan secara terbuka,” ujar Agus Suyanto, Senin (24/8/2026).
Menurut Agus, keterbukaan informasi penting untuk mencegah munculnya persepsi dan spekulasi yang dapat membingungkan masyarakat. Ia menegaskan, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai masa depan rencana pembangunan kampus UNESA di Magetan.
Agus juga menyatakan bahwa insan pers dan media online di Magetan akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara proporsional. Kritik dari media maupun kelompok masyarakat, menurutnya, tidak harus dimaknai sebagai penolakan terhadap pembangunan, tetapi sebagai bagian dari pengawasan terhadap tata kelola pemerintahan dan aset daerah agar tetap sesuai ketentuan hukum.
“Investasi di bidang pendidikan sangat penting untuk masa depan generasi muda Magetan. Namun, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan juga harus menjadi prioritas,” katanya.
Ia berharap Pemkab Magetan dan UNESA segera melakukan koordinasi dan menyampaikan perkembangan rencana pembangunan kampus tersebut secara utuh kepada masyarakat.
“Rakyat Magetan berhak mendapatkan kejelasan, bukan retorika yang terus berputar tanpa kepastian,” tegas Agus.







