Petani Pilangkenceng Madiun: Mau Ganti Presiden yang Bagaimana?

Agus Wahono, petani asal Dusun Kelis, Desa Bulu, Pilangkenceng, Madiun, mengaku merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintah. Harga jagung dan gabah naik, harga pupuk turun, sehingga petani merasa lebih sejahtera.

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Agus Wahono (43), petani asal Dusun Kelis, Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, menyampaikan pandangannya mengenai kondisi pertanian yang saat ini dirasakan lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah telah memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh petani di lapangan.

Agus mengaku tidak memahami persoalan politik tingkat atas. Namun sebagai petani, ia menilai keberhasilan pemerintah dapat dilihat dari kondisi ekonomi masyarakat desa, khususnya para petani yang sehari-hari bergantung pada hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurut Agus, salah satu perubahan yang paling terasa adalah kenaikan harga jagung. Jika sebelumnya jagung basah hanya dihargai sekitar Rp2.500 hingga Rp3.200 per kilogram, kini berada di kisaran Rp4.500 hingga Rp5.000 per kilogram. Sementara harga jagung kering telah mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram.

Selain itu, harga gabah juga mengalami kenaikan. Gabah basah yang sebelumnya berada di kisaran Rp6.700 per kilogram kini mencapai sekitar Rp7.000 per kilogram. Kenaikan harga hasil panen tersebut membuat petani memperoleh pendapatan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Saya ini petani, tidak tahu urusan elite politik. Yang saya rasakan, harga jagung sekarang naik, harga gabah juga naik, sementara harga pupuk turun”, ujar Agus, Selasa (16/05/2026).

Tak hanya hasil panen yang meningkat, biaya produksi juga dinilai lebih ringan. Agus menyebut harga pupuk urea dan Phonska yang sebelumnya sekitar Rp125 ribu per sak ukuran 50 kilogram kini turun menjadi sekitar Rp105 ribu.

Sedangkan pupuk organik yang dulu mencapai Rp40 ribu per sak kini turun menjadi sekitar Rp30 ribu.

Dengan kondisi tersebut, Agus mengatakan petani saat ini memiliki ruang yang lebih longgar dalam mengelola usaha tani mereka. Pendapatan meningkat, sementara biaya produksi menurun sehingga kesejahteraan petani ikut terdongkrak.

“Petani sekarang lebih longgar. Mau cari presiden yang bagaimana lagi? Bagi kami ini sudah yang terbaik karena benar-benar membantu petani. Dulu belum pernah ada presiden yang begitu memperhatikan petani seperti sekarang, program yang dimulai Pak Jokowi dan dilanjutkan Pak   sangat kami rasakan manfaatnya.” pungkas Agus.

Agus juga menanggapi berbagai kritik yang sering dikaitkan dengan kondisi ekonomi nasional. Menurutnya, petani di desa lebih fokus pada harga hasil panen dan biaya produksi dibandingkan persoalan nilai tukar mata uang asing. Ia menegaskan bahwa kehidupan petani sehari-hari tidak bergantung pada penggunaan dollar.

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polsek Manguharjo Polres Madiun Kota Monitoring Tanaman Jagung

Hernawan

Wartawan Lapangan di News Tujuh yang aktif dalam peliputan isu daerah serta pengembangan ekosistem media digital. Selain perannya dalam peliputan, ia terlibat dalam koordinasi jaringan jurnalis regional untuk memperkuat distribusi dan kualitas informasi. Memiliki rekam jejak publikasi di sejumlah media eksternal, Kuswahyudi mengedepankan pendekatan berbasis verifikasi lapangan dan keberimbangan sumber dalam setiap peliputan.

Related Posts

Posko Mudik Lebaran 2026 Kartasura Resmi Beroperasi, Layani Pemudik

NEWSTUJUH.ID, KARTASURA – Posko Mudik Lebaran 2026 di Kabupaten Sukoharjo resmi beroperasi untuk membantu pemudik yang melintas di wilayah Kartasura. Posko ini berada di depan Gedung Koperasi Merah Putih, Desa…

Kodim Wonogiri Dirikan Pos Pengamanan Mudik Lebaran di Jalur Selatan

NEWSTUJUH.ID, WONOGIRI – Dalam rangka mengamankan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, Kodim 0728/Wonogiri mendirikan Pos Pengamanan (Pos Pam) di jalur selatan yang menghubungkan wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan…

You Missed

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Bareskrim Nyatakan Perkara TPPU Indosterling P-21, Aset Rp84 Miliar Disita

Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

  • By Hernawan
  • September 3, 2026
  • 140 views
Aturan Baru BBM Subsidi Wajib Bawa STNK, Warga Kota Madiun Mengeluh Antrean Pertalite

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Bersih Desa Pojok Tulungagung Meriah, Wayang Kulit dan Dagelan Hibur Warga

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Kebakaran Lahan Tebu 1,2 Hektare di Andong, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat

Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

  • By Hernawan
  • September 2, 2026
  • 64 views
Lebih dari 100 Santri di Sidoarjo Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832

Ribuan Warga Padati Kirab Pusaka Hari Jadi Trenggalek ke-832