Rekor MURI, Polri menanam bawang putih serentak seluas 279,53 hektare di 14 Polda dan 59 Polres.
NEWSTUJUH.ID, LOMBOK TIMUR – Polri memperkuat dukungan terhadap program swasembada pangan nasional melalui penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi pada Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat ( NTB ). Selain penanaman, kegiatan juga dirangkai dengan panen raya bawang putih dan ground breaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Penanaman serentak dilakukan di wilayah hukum 14 Polda dan 59 Polres dengan total luas lahan mencapai 279,53 hektare. Kegiatan tersebut melibatkan 110 kelompok tani dan 2.174 petani.
Baca juga: Calon Perwira Polri SIP Angkatan 56 Gelar Donor Darah di PMI Kabupaten Madiun
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Polri 2026, Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan konkret Polri terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Polri berkomitmen mendukung program swasembada pangan, termasuk percepatan swasembada bawang putih nasional,” ujar Ade Safri.
Dari total lahan 279,53 hektare, produksi bawang putih diproyeksikan mencapai sekitar 2.795,3 ton apabila produktivitas rata-rata mencapai 10 ton per hektare.
Menurut Ade Safri, gerakan tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman, tetapi juga membangun ekosistem pertanian melalui kolaborasi antara Polri, kelompok tani, petani dan pemangku kepentingan di daerah.
Penanaman bawang putih secara serentak tersebut juga mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penghargaan diberikan atas penanaman bawang putih secara serentak di lahan terluas, yakni 279,53 hektare yang tersebar di 59 Polres dan 14 Polda.
Untuk memperkuat program tersebut, Polri membentuk Satgas Percepatan Swasembada Bawang Putih Nasional Polri Tahun Anggaran 2026. Kakorbinmas Polri ditunjuk sebagai Kasatgas, Wakabareskrim Polri sebagai Wakasatgas, sementara Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak dipercaya sebagai sekretaris.
“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami. Keberlanjutan produksi, produktivitas, pendampingan petani dan penguatan tata kelola ketahanan pangan juga menjadi bagian penting,” jelasnya.
Dalam kegiatan di Sembalun, Kapolri juga memberikan Pin Emas Kapolri kepada Egi Frisma Suryaji, S.IP., M.Sc., Ketua Kelompok Tani Pusuk Pujata. Penghargaan diberikan atas kontribusinya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pengembangan bawang putih bersama Satgas Pangan Polri.
Kemitraan dengan kelompok tani tersebut telah berjalan sejak awal 2025. Budidaya bawang putih dilakukan dengan sejumlah varietas, di antaranya Sangga Sembalun dan Lumbu Putih.
Berdasarkan data yang disampaikan Polri, penanaman bawang putih oleh kelompok tersebut telah dilakukan pada lahan seluas 948 hektare dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
Selain penanaman dan panen raya, kegiatan di Sembalun juga ditandai dengan pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung penyimpanan, pengelolaan hasil pertanian dan distribusi komoditas bawang putih.
Ade Safri menilai peningkatan produksi bawang putih harus diikuti dengan penguatan infrastruktur pascapanen, distribusi, kepastian pasar dan pendampingan kepada petani.
Penanaman 279,53 hektare secara serentak menjadi bagian dari strategi Polri dalam mendukung target swasembada bawang putih nasional. Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, melainkan juga produktivitas, kesinambungan produksi, kesejahteraan petani, efisiensi distribusi dan kemampuan memenuhi kebutuhan nasional.
“Rekor penanaman bukanlah garis akhir. Rekor tersebut menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa gerakan ketahanan pangan dapat diterjemahkan menjadi produksi nyata, kemitraan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani,” pungkas Ade Safri.







