SIDOARJO – Sebanyak 200 pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sidoarjo menerima bantuan BBM gratis dan paket sembako dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rabu (8/4/2026).
Bantuan tersebut disalurkan di SPBU Albatros, Kecamatan Sedati, dengan masing-masing pengemudi mendapatkan sekitar 3 liter BBM jenis Pertamax untuk mendukung operasional harian mereka.
Selain BBM, para ojol juga menerima paket sembako guna membantu kebutuhan rumah tangga di tengah tingginya biaya hidup.
Bantuan BBM untuk Ringankan Beban Ojol
Khofifah mengatakan bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pengemudi ojol yang selama ini berperan penting dalam mobilitas masyarakat.
“Kita ingin berbagi sekaligus memastikan teman-teman ojol bisa terbantu operasionalnya, dan juga ada tambahan sembako untuk keluarga,” ujar Khofifah di sela kegiatan.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional harian, terutama bagi pengemudi yang bergantung pada BBM untuk mencari penghasilan.
Khofifah Pastikan Stok BBM dan LPG Aman
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan energi di Jawa Timur.
“Stok BBM dan elpiji kita cukup. Karena itu saya mengajak masyarakat untuk menggunakan secara bijak, tidak perlu panik,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batas pembelian untuk menjaga stabilitas distribusi energi. Untuk kendaraan pribadi, pembelian BBM dibatasi maksimal 50 liter per hari.
Sementara itu, LPG 3 kilogram bagi pelaku UMKM dibatasi hingga 15 tabung per bulan.
Ojol Sambut Positif Bantuan BBM Gratis
Program bantuan ini disambut positif oleh para pengemudi ojol. Salah satu penerima, Khoiriyah (51), warga Gedangan, mengaku bantuan tersebut sangat membantu aktivitasnya sehari-hari.
“Alhamdulillah sangat membantu, apalagi buat operasional harian. Ditambah sembako juga untuk keluarga,” ujarnya.
Dorong Penggunaan Energi Lebih Bijak
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan BBM dan LPG, serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya pengemudi transportasi berbasis aplikasi.
Baca juga: Khofifah Soroti Rentetan OTT KPK di Jatim, Ungkap Ada Grup Koordinasi








