NEWSTUJUH.ID, TULUNGAGUNG – Momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-76 Fatayat NU di GOR Lembu Peteng, Minggu (3/5/2026), tak sekadar menjadi ajang perayaan organisasi. Kehadiran Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menjadi sorotan utama dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 2.000 kader perempuan Nahdliyin tersebut.
Sejak pagi, kawasan GOR Lembu Peteng dipadati peserta dengan balutan seragam putih-hitam yang kompak. Suasana semakin hidup saat Plt Bupati Ahmad Baharudin hadir dan menyapa langsung ribuan kader, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran perempuan dalam pembangunan sosial.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, khususnya Fatayat NU, dalam membangun masyarakat yang sehat, harmonis, dan berdaya.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan budaya lokal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif Fatayat NU yang mengangkat kembali permainan tradisional sebagai bagian dari edukasi sosial di tengah derasnya arus digitalisasi.
Kegiatan diawali dengan senam sehat massal yang diikuti ribuan peserta dengan penuh semangat. Gelak tawa dan energi positif terasa menyatu saat para kader bergerak serempak mengikuti irama musik.
Tak berhenti di situ, berbagai lomba permainan tradisional seperti gobak sodor, egrang, dan tarik tambang menjadi magnet utama acara. Aktivitas ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukatif untuk menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai tergerus zaman.
Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Hj. Alik Mudrikah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan sosial untuk mendorong perempuan agar tetap aktif, sehat, dan berdaya di tengah tantangan era digital.
Menurutnya, permainan tradisional memiliki nilai penting dalam membentuk karakter anak, mulai dari kerja sama, ketangkasan, hingga kemampuan bersosialisasi. Hal ini menjadi relevan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
“Kami ingin menghadirkan alternatif positif agar anak-anak tidak hanya terpaku pada gadget, tetapi juga aktif bergerak dan berinteraksi secara langsung,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Kabupaten Tulungagung KH. Bagus Ahmadi, yang memberikan dukungan terhadap peran Fatayat NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebudayaan.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah yang ditunjukkan langsung oleh Plt Bupati Ahmad Baharudin, Harlah ke-76 Fatayat NU Tulungagung berhasil menjelma menjadi gerakan sosial yang inspiratif.
Perpaduan antara semangat perempuan, pelestarian budaya, dan perhatian terhadap generasi muda menjadi bukti bahwa Fatayat NU tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi juga sebagai motor perubahan di tengah masyarakat modern.
Baca juga: UAS Sampaikan Nasihat Keikhlasan di Surabaya, Ini Pesannya untuk Ustadz Nafi’ Unnas
Wartawan : Bayu Krisna








