Pernikahan di Surga: Benarkah Nabi Isa Menikahi Asiah Istri Fir’aun ?

Ilustrasi pembahasan pernikahan Nabi Isa dan Asiah di surga dalam kajian Islam ( Foto: Newstujuh.id)
Pembahasan mengenai kabar Nabi Isa menikahi Asiah binti Muzahim di surga kembali ramai diperbincangkan usai muncul dalam sebuah podcast kajian Islam. ( Foto: Newstujuh.id)

Pernikahan di Surga kelak, Nabi Muhammad akan menikahi Asiah dan Maryam

NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Sebuah pernyataan dari seorang ustadz dalam sesi podcast baru-baru ini menjadi perhatian publik. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa di akhirat kelak akan terjadi dua pernikahan mulia, yakni Nabi Isa alaihissalam dengan Asiah binti Muzahim, istri Firaun, serta Nabi Muhammad SAW dengan Maryam binti Imran, ibunda Nabi Isa.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat karena jarang ditemukan dalam pembahasan sejarah maupun literatur Islam klasik.

Berdasarkan penelusuran terhadap berbagai kitab tafsir dan hadits, tidak ditemukan riwayat yang secara jelas menyebutkan adanya pernikahan Nabi Isa dengan Asiah binti Muzahim di akhirat.

Para ulama justru lebih banyak menjelaskan bahwa Allah SWT akan memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan menikahkannya bersama dua wanita agung tersebut di surga, yakni Maryam binti Imran dan Asiah binti Muzahim.

Keterangan itu sering dikaitkan dengan tafsir Surah At-Tahrim ayat 1-5. Ayat tersebut turun ketika Rasulullah SAW memilih meninggalkan sesuatu yang halal demi menyenangkan hati sebagian istrinya. Dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi pernah meminum madu di rumah Zainab binti Jahsy.

Karena kecemburuan, Hafshah dan Aisyah kemudian sepakat mengatakan bahwa aroma mulut Nabi berubah setelah meminum madu tersebut. Rasulullah lalu bersumpah untuk tidak meminumnya lagi.

Peristiwa itu kemudian mendapat teguran dari Allah SWT melalui awal Surah At-Tahrim.

Allah mempertanyakan alasan Nabi mengharamkan sesuatu yang sebenarnya telah dihalalkan hanya demi menyenangkan hati istri-istrinya. Dari ayat inilah sejumlah mufassir memberikan penjelasan tambahan terkait kemuliaan yang akan diberikan kepada Rasulullah di akhirat.

Dalam tafsirnya, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah menjanjikan bagi Nabi Muhammad SAW pasangan dari kalangan wanita janda maupun perawan di surga. Yang dimaksud wanita janda adalah Asiah binti Muzahim, sedangkan wanita perawan adalah Maryam binti Imran. Penafsiran tersebut menjadi salah satu dasar yang sering dikutip dalam berbagai kajian keislaman.

Selain itu, sejumlah riwayat hadits yang dihimpun ulama, termasuk oleh Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitab Jami’ul Ahadits, juga menyebut kemuliaan Maryam dan Asiah sebagai penghuni surga yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

Dengan demikian, pernyataan yang menyebut Nabi Isa akan menikah dengan Asiah binti Muzahim tidak ditemukan landasannya dalam kitab-kitab tafsir maupun hadits yang populer di kalangan ulama.

Penjelasan yang lebih banyak dikenal justru menyebutkan bahwa Maryam dan Asiah akan dipersatukan bersama Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kemuliaan beliau di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan