NEWSTUJUH.ID, MADIUN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Madiun turut mengambil bagian dalam gelaran “Sepasar ing Madiun (Sepasma) 2026” dengan membuka stan layanan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Alun-Alun Rekso Gati, Caruban, mulai 10–19 Juli 2026.
Kehadiran BAZNAS tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga mengusung program “Borong Dagang UMKM” sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro di Kabupaten Madiun.
Sepasma merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun yang menghadirkan berbagai stan UMKM, pameran, hiburan, dan pertunjukan budaya. Kegiatan di Alun-Alun Caruban diawali dengan Madiun Bersholawat bersama Gus Iqdam pada Jumat (10/7/2026), yang dihadiri ribuan masyarakat.
Melalui stan tersebut, BAZNAS Kabupaten Madiun mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sekaligus memperkenalkan Program *Kabupaten Madiun Makmur*. Dalam program ini, BAZNAS memborong dagangan pelaku UMKM yang kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi umat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Madiun, Muhammad Ahsin Sakhok Yahya, mengatakan keikutsertaan BAZNAS dalam Sepasma merupakan bentuk sinergi antara penguatan ekonomi kerakyatan dan optimalisasi penghimpunan zakat.
“Program Borong Dagang UMKM menjadi ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan manfaat zakat secara nyata. Dana yang dititipkan para muzakki tidak hanya membantu mustahik, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM. Kami mengajak masyarakat menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar manfaatnya semakin luas, amanah, dan profesional,” ujar Ahsin pada awak media Sabtu, (11/7).
Selama pelaksanaan Sepasma, pengunjung juga dapat memperoleh informasi mengenai berbagai program pendayagunaan BAZNAS serta memanfaatkan layanan konsultasi dan pembayaran ZIS secara langsung di stan BAZNAS Kabupaten Madiun.
BAZNAS Kabupaten Madiun menilai penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM menjadi salah satu langkah strategi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pengelolaan zakat dan pemberdayaan UMKM, manfaat dana ZIS diharapkan tidak hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kehadiran BAZNAS dalam Sepasma 2026 sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM Kabupaten Madiun yang selama ini menjadi salah satu sektor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga : BAZNAS Kabupaten Madiun Salurkan Bantuan kepada Empat Mustahik
Dengan semangat gotong royong dan pemberdayaan, BAZNAS Kabupaten Madiun berharap semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (SPR)







